BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Sikka

gempa maumere
.
Senin, 25 Juli 2022 | 16:37 WIB
Para peserta dari berbagai OPD Pemkab. Sikka mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Gempa di Aula Youth Center, Sikka, Senin, (25/7/2022). Foto : iNewsFlores.id/Yoseph Mario Antognoni

Sikka, iNewsFlores.id - Dalam rangka membangun Budaya Tangguh Gempa Bumi dan Tsunami di Wilayah Kabupaten Sikka, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi.

Kegiatan yang dibuka Sekertaris Daerah (Sekda), Sikka, Adrianus F. Parera ini, dilaksanakan di Aula Sikka Convention Center (SCC), Senin (25/07/2022).

Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi ini diikuti oleh 50 peserta yang meliputi pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat penegak hukum, pihak sekolah, perwakilan masyarakat di wilayah rawan gempa dan tsunami.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Geofisika Kelas I Kupang, Sholakhudin Noor Falah disela-sela kegiatan tersebut mengatakan bahwa Sekolah Lapang Gempa Bumi ini penting dilakukan, karena Maumere memiliki sejarah gempa bumii dan tsunami tahun 1992, yang memakan ribuan warga sikka meninggal, karena tersapu tsunami dan runtuhan bangunan. 

"Sekolah Lapang Gempa Bumi ini dilakukan di Maumere karena mempunyai sejarah Gempa Bumi dan Tsunami tahun 1992 yang menewaskan lebih dari 2.500 orang, makanya kami mengganggap penting bahwa di Maumere ini dilakukan pembelajaran dan pelatihan bagi masyarakat untuk bisa mengadakan evakuasi secara mandiri atau cara-cara saat menghadapi gempa bumi dan tsunami," ujar Sholakhudin.

Sholakhudin mengatakan, kegiatan ini dikemas dalam bentuk sekolah karena dalam prosesnya selain berisi materi ada juga praktek, tanya jawab dan juga ujiannya.

Menurut dia, yang pasti adalah dari kegiatan ini akan menghasilkan komitmen untuk menyadarkan masyarakat bahwa gempa bumi dan tsunami ini harus diantisipasi dan diwaspadai melalui gerakan Desa Tangguh.

Sholakhudin menambahkan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan survey di tiga (3) Kelurahan yakni, Kota Baru, Kotauneng dan Beru untuk Komunitas Tsunami Ready.

Dijelaskan bahwa, Komunitas Tsunami Ready ini akan didampingi untuk diajukan agar bisa disertifikasi di UNESCO-IOC.

Komunitas Tsunami Ready (Tsunami Ready Community) sendiri merupakan program peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman tsunami dengan berbasis pada dua belas (12) indikator yang telah ditetapkan UNESCO-IOC.

Lebih lanjut Sholakhudin menyampaikan bahwa Komunitas ini merupakan, Komunitas Desa Tangguh Bencana yang bisa menghadapi adanya Bencana secara mandiri.

Sehingga ia berharap agar melalui Komunitas Tsunami Ready, masyarakat Kabupaten Sikka mampu menghadapi bencana secara mandiri yang dimulai dari desanya.

"Salah satu tujuan dari kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi ini adalah menciptakan desa tangguh bencana khususnya gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Sikka," ujar Sholakhudin.

Sholakhudin pun berharap agar melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi ini muncul kesadaran masyarakat untuk tangguh, tanggap dan tangkas dalam menggadapi bencana khusunya gempa bumi dan tsunami.

Karena lanjut dia mengakui bahwa, informasi BMKG itu membutuhkan waktu untuk sampai kepada masyarakat, namun dengan evakuasi mandiri melalui desa tangguh bencana ini, bisa mengurangi resiko bencana dan dapat melakukan mitigasi dengan segera, ujar Sholakhudin.

Editor : Yoseph Mario Antognoni
Bagikan Artikel Ini