Bayi Wanita ini Meninggal Diduga Karena Telat Pelayanan RSUD Borong

Iren Leleng
.
Sabtu, 17 September 2022 | 08:06 WIB
Ilustrasi Bayi.

Borong, iNewsFlores.id - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong, Manggarai Timur (Matim) Nusa Tenggara Timur (NTT) dikeluhkan pasien. Betapa tidak, diduga hanya karena tidak membawa surat rujukan saat membawa pasien bersalin LK asal Leko Lembo, Kota Komba, pasien terlambat ditolong sehingga sang bayi yang dilahirkannya meninggal, pada Jumat (16/09/2022).

Atas insiden ini, keluarga pasien, Damasus menilai, profesionalisme kerja di rumah sakit itu tidak dijaga dengan baik dan dianggap tidak tepat dalam menangani pasien.

Damas mengatakan bahwa pasien ini rujukan dari Puskesmas Waelengga, dan tiba tepat pukul 09.30 di RSUD Borong. Didalam rumah sakit terkesan bagian pelayanan mempersulit administrasi.  Hal ini terjadi karena pihak pasien tidak sempat membawa  surat rujukan dari puskesmas asal (Waelengga).

Tepat pukul 12.00 Wita pasien baru mendapatkan pelayanan dari pihak rumah sakit, sebab surat rujukan dari pihak Puskesmas Waelengga baru tiba menggunakan jasa ojek.

Karena kelalaian tersebut pihak pasien  tidak mendapatkan pertolongan pertama dari RSUD Borong yang mengakibatkan keterlambatan penanganan, dan berakhir dengan meninggalnya sang bayi 

"Kami sangat menyesal dengan sistem pelayanan di RSUD ini pak. Sebab pasien tiba disini tadi jam 09.30 Wita, namun baru dapat pelayanan pada jam 12.00 Wita, setelah surat rujukan datang. Akibatnya bayi kami tidak selamat," ucapnya.
 
Lebih lanjut Damas menjelaskan bahwa saat pemeriksaan awal detak jantung bayi masih normal. Namun karena lambat dalam penanganan akibat terkendala administrasi sehingga bayi tidak selamat. 

Sementara direktur utama RSUD Borong, Matim, Emilia H.Y. Dorsi,  mengatakan pihaknya akan melakukan konfirmasi dengan pemberi pelayanan terkait kendala penundaan pelayanan sepertinya yang dikabarkan.

"Terkait ini saya coba konfirmasi dulu ke pihak pemberi layanan ya, terkait kendala penundaan pelayanan yg disebut dalam berita," ujar Direktur RSUD.

Editor : Yoseph Mario Antognoni
Bagikan Artikel Ini