Sopir Diduga Microsleep, Bus Masuk Jurang di Jalur Trans Flores Mbeliling, 3 Penumpang Luka-luka
LABUAN BAJO, iNewsFlores.id – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan Trans Flores wilayah Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (17/2/2026) siang. Satu unit bus Mitsubishi warna Pine Green Meta dengan nomor polisi EB 7247 GA terjun ke jurang setelah sopir diduga mengantuk saat berkendara.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 13.15 Wita itu melibatkan bus yang dikemudikan Mariano Ronaldino (21), warga setempat. Kendaraan tersebut melaju dari arah Labuan Bajo menuju Werang dengan membawa empat orang penumpang.
Saat melintasi jalur menanjak dan berkelok, bus tiba-tiba kehilangan kendali dan keluar dari badan jalan sebelum akhirnya masuk ke dalam jurang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat, IPDA Bayu Wicahya Soekarno, S.H., menjelaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengindikasikan faktor kelelahan sebagai penyebab utama kecelakaan.
“Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk. Saat kendaraan mulai hilang kendali, sopir membanting setir ke kiri sehingga mobil keluar dari badan jalan dan terjun ke jurang,” ujarnya.
Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian material sekitar Rp10 juta, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Dari empat penumpang yang berada di dalam bus, tiga orang mengalami luka lecet ringan. Sementara sopir dan kondektur dipastikan selamat tanpa mengalami luka.
Saksi mata di lokasi, Robertus Juang (29), mengaku sempat terkejut melihat bus tersebut tiba-tiba miring sebelum jatuh.
“Tiba-tiba mobil miring ke kiri dan langsung jatuh. Kami yang ada di sekitar lokasi langsung membantu mengevakuasi penumpang. Syukurlah tidak ada korban luka berat,” tuturnya.
Diketahui, kondisi jalan di lokasi kejadian dalam keadaan baik dengan aspal mulus dan cuaca cerah. Namun, jalur yang relatif sepi di area tanjakan diduga membuat konsentrasi pengemudi menurun hingga mengalami microsleep.
Pasca-kejadian, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat langsung melakukan evakuasi kendaraan dan mengamankan barang bukti. Para penumpang yang mengalami luka ringan telah diperbolehkan kembali ke kampung halaman mereka di Werang.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya sopir angkutan umum yang melintasi jalur Trans Flores dengan medan menantang, agar tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh lelah.
“Jika merasa mengantuk atau kelelahan, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas IPDA Bayu.
Editor : Yoseph Mario Antognoni