Duka Sepak Bola Indonesia, Arema Vs Persebaya 127 Orang Tewas

Yoseph Mario Antogoni
.
Minggu, 02 Oktober 2022 | 08:20 WIB
Puluhan jenasah korban kerusuhan sepak bola Arema vs Persebaya yang di evakuasi setelah kerusuhan terjadi, Minggu (2/10/2022), dini hari tadi. Foto: Istimewa

Malang, iNewsFlores.id - Berita duka kembali datang dari sepak bola Indonesia. Duka sepak bola Indonesia, ratusan orang tewas akibat kerusuhan yang terjadi pada laga Arema versus Persebaya di Stadion Kanjuruan, Malang, Jawa Timur.

Laga Arema Fc versus Persebaya Surabaya diwarnai kerusuhan suporter. Mobil polisi terkena amuk seusai laga bertajuk Derby Jawa Timur tersebut.

Sebanyak 127 orang tewas dalam kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai laga Arema FC ditaklukan Persebaya. Selain itu 180 lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit.

Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta menjelaskan kepada awak media bagaimana peristiwa mengerikan ini terjadi yang menyebabkan para korban meninggal dunia. Menurutnya, tragedi maut itu terjadi karena penumpukan massa.

"Terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas kekurangan oksigen," kata Nico saat memberikan keterangan di Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022).

Kapolda menambahkan untuk 180 orang yang menjadi korban luka kini telah dilakukan perawatan. Mereka kini telah dievakuasi di beberapa rumah sakit.

"Oleh tim medis dan tim gabungan ini dilakukan upaya pertolongan yang ada di dalam stadion kemudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit," ujarnya.

Untuk diketahui Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 pada laga Liga 1 2022/2023. Duel tersebut berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Kekalahan memicu emosi suporter, terutama dari kubu Arema selaku tuan rumah. Seusai laga, kerusuhan pun terjadi di dalam stadion.

Menurut pemantauan MPI, ribuan suporter Aremania tampak masuk ke area lapangan pertandingan. Mereka langsung mengejar para pemain Persebaya Surabaya dan Arema FC.

Tampak pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan stadion seusai pertandingan menggunakan empat mobil barracuda. Sementara beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu pemain.

Terlihat Adilson Maringa penjaga gawang Arema FC juga mendapat perlakuan intimidasi dari Aremania. Puncaknya ketika para pemain Aremania telah masuk ruang ganti, kerusuhan pun pecah.

Flare, lemparan benda-benda dilakukan oleh para suporter. Mereka masuk ke dalam lapangan, tetapi dihalau oleh petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI.

Fasilitas di dalam Stadion Kanjuruhan pun rusak parah seusai ribuan Aremania rusuh. Tampak dari pantauan seluruh papan reklame rusak parah.

Kobaran api juga masih terlihat di beberapa titik stadion. Terlihat dua unit mobil polisi yang salah satunya adalah mobil K9 dibakar massa. Satu mobil lainnya pun rusak parah dengan kerusakan di kaca dan dalam posisi digulingkan di bagian selatan tribune VIP.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Berita iNews Flores di Google News

Bagikan Artikel Ini