Masuk 50 Besar Nominasi ADWI 2022, Kemenparekraf RI Sambangi Desa Ini di Maumere

Joni Nura
.
Minggu, 09 Oktober 2022 | 09:10 WIB
Ibu-ibu pengrajin tenun yang tergabung dalam sanggar seni budaya Doka Tawa Tana saat menunjukan kemampuan mengikat benang, Sabtu (8/10/2022). iNewsFlores.id/Joni Nura

Maumere, iNewsFlores.id- Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, masuk ke dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. 

Rombongan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI kemudian menyambangi desa tersebut, Sabtu (08/10/2022). 

Kali ini, Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno berhalangan hadir. Ia pun diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu. 

Sekadar informasi, Desa Umauta masuk daftar 50 desa wisata terbaik ADWI 2022 setelah melalui uji standar penilaian tim juri yang terdiri dari tujuh kategori. 

Ketujuhnya yakni, daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), souvenir (kuliner, fashion, dan kriya), homestay, toilet umum, digital dan kreatif, cleanliness, health, safety, dan environment sustainability (CHSE), dan kelembagaan desa. 

Warga Desa Umauta nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari mitra strategis Kemenparekraf, Astra, melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA). 

Kehadiran Vinsensius dan rombongan Kemenparekraf tersebut disambut hangat masyarakat dan jajaran pemerintahan setempat. 

Dalam kesempatan itu, rombongan diberikan pengalungan kain tenun ikat dan ritual adat pemakaian Lado sebagai tamu. 

Kemudian, rombongan menuju tempat presentasi di Rumah Seni Budaya Doka Tawa Tana sambil diiringi Tarian Soka Papak. 

Sebelumnya, kegiatan tersebut diawali ritual Bako Wua Ta’a, yakni suguhan sirih dan tembakau simbol penerimaan leluhur. 

Lalu, rombongan mendengarkan presentasi dari Pejabat sementara Kepala Desa Umauta, Cletus Beru. Kemudian ada paparan pengelolaan desa wisata tersebut. 

Dalam sambutannya, Vinsensius mengatakan, pentingnya menjaga seni budaya yang sudah diturunkan leluhur dan tokoh sebelumnya. 

Sebab, seni budaya akan menjadi aset bernilai luar biasa bagi sektor pariwisata di masa mendatang, karena wisatawan mencari keaslian seni budaya dan pengalaman yang unik.

“Aspek keberlanjutan adalah suatu hal yang harus dijaga, bahkan tema G20 juga mengangkat keberlanjutan, baik ekonomi, budaya maupun lingkungan,” imbuhnya.

Vinsesius menambahkan, kesulitan jaringan telekomunikasi tidak hanya terjadi di Desa Umauta, tapi juga beberapa desa lain yang sudah divisitasi sebelumnya. 

"Kita memberi tahu kepada dinas setempat untuk memberitahu titik koordinat setempat untuk diinfokan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika dan  operator untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Bicara potensi wisata, desa tersebut memiliki daya tarik utama yaitu Sanggar Seni Budaya Doka Tawa Tana. Sanggar tersebut menaungi para perajin mengikat motif pada benang. 

Aktivitas mereka membuat kain sarung untuk keperluan sehari-hari dan dijual. Untuk menuju desa itu, pelancong dapat menempuh perjalanan udara ke Maumere. Kemudian dilanjutkan jalur darat ke desa itu kurang lebih sekitar satu jam dari bandara. 

Desa Wisata Umauta memiliki topografi yang berupa perbukitan, sehingga alam bebas dan terbuka merupakan daya tarik yang dimiliki desa ini. 

Dengan melintasi bukit dan lembah dapat melihat berbagai berbagai jenis tumbuhan pewarna alam, yang digunakan untuk pewarna pada kain tenun. 

Desa Wisata Umauta juga memiliki hasil bumi beragam, seperti cengkih, kemiri, kakao, pisang, kelapa, fanili, dan pala.

Dalam sambutannya, Clestus Beru menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan khusus Kemenparekraf RI karena telah memilih desanya menjadi 50 desa wisata di Indonesia.

Menurut dia, keunikan dari desa wisata ini adalah memiliki tarian adat, tenun ikat alami, dan beragam budaya adat yang masih asli. 

Clestus berharap agar selalu melibatkan Sanggar Dokar dalam mengikuti setiap kegiatan yang diadakan oleh pemerintah pusat. 

Desa Wisata Umauta ini mulai ramai dikunjung  para wisatan dari luar negeri dan dalam negeri setelah selesai pandemi Covid -19.

 

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Berita iNews Flores di Google News

Bagikan Artikel Ini