Dokter Ungkap Detik-Detik Relawan Gempa asal Jakarta Meninggal di Manggarai Timur
MANGGARAI TIMUR, iNewsFlores.id – Kabar duka datang dari tengah upaya kemanusiaan penanganan korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Seorang relawan asal Jakarta meninggal dunia saat menjalankan misi membantu warga terdampak bencana.
Relawan tersebut bernama Ahmad Zaki Ali (42), relawan dari Yayasan Gerak Bareng, Jakarta. Ia meninggal saat berada di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
Dokter Puskesmas Dampek, Melinda Bella, mengatakan Ahmad diduga mengalami serangan jantung ketika sedang mengemudikan kendaraan.
Melinda merupakan dokter yang sempat menangani Ahmad setelah mengalami kondisi darurat.
“Kemungkinan penyebab kematiannya karena heart attack saat beliau sedang nyetir dan beliau memang memiliki riwayat penyakit jantung. Selama ini juga beliau mengonsumsi obat-obatan jantung,” kata Melinda kepada iNewsFlores.id melalui WhatsApp, Sabtu pagi, 22 Agustus 2026.
Ahmad diketahui berada di Manggarai Timur untuk menjalankan misi kemanusiaan membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores.
Kepergian Ahmad menjadi duka mendalam bagi sesama relawan maupun warga Manggarai Timur. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya relawan tersebut.
Sekretaris Daerah Manggarai Timur yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Manggarai Timur, Winsensius Tala, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Ahmad selama membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kami berterima kasih dan turut berduka atas meninggalnya seorang relawan yang telah berdedikasi untuk warga kami yang terdampak bencana gempa bumi,” kata Winsensius.
Ucapan duka juga mengalir dari masyarakat melalui media sosial. Sejumlah warga menyebut Ahmad sebagai sosok yang rela meninggalkan keluarga demi membantu korban bencana di Flores.
“Stop menuntut banyak kepada mereka yang berjuang dengan sukarela. Mereka meninggalkan semuanya. Keluarga, istri anak, bahkan saat-saat menghembuskan nafas terakhirnya. Selamat Jalan Pejuang Kemanusiaan,” tulis Nardy Jaya melalui akun Facebook-nya.
Unggahan tersebut mendapat banyak tanggapan dari warga. Salah satunya dari Evalia Suhasno yang menulis bahwa perjuangan Ahmad membantu korban gempa Flores menjadi bagian dari amal baik selama hidupnya.
Ucapan serupa disampaikan akun Cla Ra yang mendoakan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ahmad meninggal di tengah kondisi bencana yang masih membutuhkan penanganan. Gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, berdampak di sejumlah wilayah NTT, termasuk Manggarai Timur.
Ribuan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Sebagian warga juga masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka rusak dan dinilai tidak aman untuk ditempati.
Di tengah situasi tersebut, relawan dari berbagai daerah berdatangan ke Manggarai Timur untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Informasi yang diperoleh iNewsFlores.id, jenazah Ahmad Zaky pada Sabtu, 22 Agustus 2026, akan diterbangkan menggunakan helikopter dari Manggarai Timur menuju Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo, jenazah selanjutnya akan dibawa menuju Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepergian Ahmad meninggalkan duka, namun dedikasinya membantu masyarakat korban gempa di Flores akan dikenang sebagai bagian dari perjuangan kemanusiaan di tengah bencana.
Editor : Yoseph Mario Antognoni