Flores Timur, iNewsFlores.id – Ribuan umat Katolik bersama tokoh adat, pemerintah daerah, serta perwakilan lintas agama tumpah ruah menyambut kedatangan Uskup Terpilih Keuskupan Larantuka, Mgr Yohanes Hans Monteiro, Selasa (3/2/2026).
Penyambutan berlangsung meriah dan sarat makna budaya di sepanjang wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menandai diterimanya gembala baru Gereja Katolik Keuskupan Larantuka di Bumi Lamaholot.
Mgr. Yohanes Hans Monteiro ditunjuk secara resmi oleh Paus Leo XIV untuk memimpin Keuskupan Larantuka, menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang memasuki masa purnatugas. Kehadirannya menjadi momentum penting bagi umat Katolik di Flores Timur dan Lembata, sekaligus simbol kuatnya persaudaraan lintas budaya dan agama.
Uskup Terpilih bertolak dari Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka, pada pagi hari. Memasuki gerbang wilayah Keuskupan Larantuka di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, ratusan pelajar dan umat berjejer di sepanjang jalan lintas Flores membentuk pagar betis.
Bendera Kepausan berwarna kuning-putih tampak berkibar di tangan para pelajar dan umat sebagai simbol penghormatan kepada gembala baru Gereja Lokal Larantuka.
Prosesi penjemputan dipimpin Ketua Umum Panitia Pentahbisan RD. Adeodatus Hendrikus Leni, didampingi para imam, antara lain RD. Leo Lewokrore dan RD. Antonius Londa Diazyanto, serta Sekretaris Daerah Flores Timur Petrus Pedo Maran.
Seremoni adat digelar di Boru, wilayah Paroki Santa Maria Ratu Semesta Alam Hokeng. Pengalungan selendang, tarian tradisional, doa-doa, dan simbol adat menandai penerimaan resmi Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai gembala umat di Keuskupan Larantuka.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Simpang Nobo, Kecamatan Ile Bura, dan disambut hangat umat Paroki Santo Yosef Lewotobi. Nobo memiliki nilai historis tersendiri bagi Mgr. Yohanes, karena pernah menjadi tempat Tahun Orientasi Pastoral (TOP) sebelum ditahbiskan menjadi imam.
Usai santap siang bersama umat, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Larantuka. Di pertigaan menuju tanah leluhur Oka, Desa Mokantarak, keluarga besar Daton menyambut dengan prosesi adat. Dari titik tersebut, Uskup Terpilih diarak menuju Gerbang Kota Reinha dan berkeliling Kota Larantuka.
Setibanya di Gereja Katedral Reinha Rosari, Mgr. Yohanes Hans Monteiro disambut Pastor Paroki Katedral, Dewan Pastoral Paroki, dan umat dengan tarian khas Muro Ae. Ia kemudian memasuki katedral untuk mempersembahkan doa syukur.
Prosesi berlanjut ke Istana San Dominggo, tempat Uskup Terpilih diterima Lembaga Adat Kerajaan Larantuka dan Pou Suku Lema. Di pendopo uskup, ia disambut Administrator Apostolik Keuskupan Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung, bersama Kuria Keuskupan, para imam, serta biarawan dan biarawati.
Salah seorang umat Paroki Hokeng, Yohanes, menuturkan bahwa penyambutan tersebut mencerminkan harapan besar umat terhadap kepemimpinan baru Keuskupan Larantuka.
“Kami berharap Mgr. Yohanes Hans Monteiro menjadi gembala yang dekat dengan umat, menjaga persaudaraan, dan merawat kebersamaan lintas agama,” ujarnya.
Tahbisan Uskup Keuskupan Larantuka dijadwalkan berlangsung Rabu, 11 Februari 2026, di Gereja Katedral Reinha Rosari, Kota Larantuka. Ribuan umat diperkirakan akan hadir, menjadikan peristiwa ini sebagai tonggak penting perjalanan Gereja Katolik di Flores Timur dan Lembata.
Editor : Yoseph Mario Antognoni
Artikel Terkait
