Kemendikbud Ristek Tinjau Program Sekolah Penggerak di Matim

Iren Leleng
.
Kamis, 15 September 2022 | 19:10 WIB
Kemendikbud Ristek Tinjau Program Sekolah Penggerak di SDI Wae Nunung. iNewsFlores.id/Iren Leleng

Borong, iNewsFlores.id - Terkait kurikulum Merdeka Belajar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), melalui Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Republik Indonesia (RI) berkunjung ke Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, Irsyad Zamjani melalui ketua Tim Evaluasi Program sekolah Penggerak, Joko, menjelaskan urgensi dari kegiatan ini untuk meninjau progres sekolah penggerak di Manggarai Timur.

“Kita ingin melihat progres sekolah-sekolah itu seperti apa, dan keluhannya seperti apa. Kalau memang sulit diimplementasikan oleh satuan pendidikan, kebijakannya akan disesuaikan,” jelasnya ketika diwawancarai wartawan saat melakukan peninjauan di SDI Wae Nunung, Lamba Leda Timur, Rabu (14/9/2022).

Dijelaskannya, Sekolah Dasar Inpres (SDI) Wae Nunung merupakan salah satu sekolah pelaksana program sekolah penggerak. Menurutnya pelaksanaan program sekolah penggerak di SDI Wae Nunung sudah dijalankan dengan sangat baik selama satu tahun.

Terbukti, siswa tidak hanya belajar di kelas tetapi juga mempraktikkannya di kehidupan nyata.

Terpisah, Kepala SDI Wae Nunung, Dominio O. Jufri mengatakan bahwa
dengan kunjungan ini pihaknya merasa bangga dan termotivasi untuk bekerja lebih baik untuk kemajuan pendidikan di SDI Wae Nunung maupun Manggarai Timur pada umumnya.

Jufri juga mengaku telah melaksanakan program sekolah pangerak sudah berjalan tahun dengan berbagai kegiatan seperti pelatihan IT sebagai media pembelajaran bagi guru, kemudian kerjasama dengan Kampus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng untuk pelatihan teknik penyusunan soal bagi para guru. 

Selain itu, beberapa guru juga menghasilkan banyak lagu. Tentu ini untuk menggali kreativitas guru dan siswa di bidang seni.

Ia juga berharap agar mendapat perhatian serius dari Kemendikbud Ristek untuk membantu sekolahnya dalam mengatasi kendala ketersediaan fasilitas penunjang.

Sementara, Winsensius Tala Kepala Bidang Pembinaan SMP delegasi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) mengatakan kegiatan ini dilakukan sesuai perintah Kurikulum Merdeka melalui program sekolah penggerak.

Lanjutnya, dalam Kurikulum Merdeka belajar memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Pelaksanaan kurikulum ini berfokus pada pengembangan hasil belajar secara holistik atau menyeluruh dan mandiri, mencakup peningkatan kompetensi esensial, karakter, termasuk minat bakat pada murid berbasis pendekatan teknologi.

Ia mengaku tim evaluasi melakukan monitoring di sekolah yang sudah menjalan program tersebut, diantaranya, Paud Pelita Harapan Wae Rana, SMP Rosa Mistika Wae Rana, SDK Wae Rana 1, SDK Paundoa, SMP Rosa Mistika, SMPN SATAP Munde, SMPN 11 
Kota Komba, SDK Wae Poang dan TKN Kisol, SMP Seminari Pius Kisol, SMPN 05 Kota Komba, SMAKS Seminari Kisol, SMAN 06 Kota Komba, SMPK Stanislaus Borong, SDK Bugis, SDK Warat, 
SDI Tenda Tuang, SDI Wangkung, SDK Maras, SMPN 5 Borong, 
SMPN 3 Puntu, SMPN 12 Borong, SMPN 7 Borong, , SMAN 1 Borong, SMAN 7 Borong, SMAN 9 Sita, SMPN 08 Borong, SMAN 3 Borong, SDI Watu Mundung, SDI Deruk, SMPN 2 Elar, SDI Maki, SDI Logo, SDN Lengko Tanah, SDI Lengko Tegol, SMPN 2 Lamba Leda, SMP 11 Lamba Leda, SDI Bearana, SMPN 4 Poco Ranaka, SMAN 3 Poco Ranaka, SMPN SATAP Biting, SDI Wae Nunung dan SMPN SATAP Kembang Lala.

Editor : Yoseph Mario Antognoni
Bagikan Artikel Ini