Menjelang IFG Labuan Bajo Marathon 2022, Literasi dan Edukasi Sampah Giat Dilakukan

Yoseph Mario Antognoni
.
Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:00 WIB
Kegiatan bersih-bersih di Kota Labuan Bajo yang dilakukan dalam rangka menyambut event IFG Labuan Bajo Marathon 2022. Foto: iNewsFlores id/Yoseph Mario Antognoni

Labuan Bajo, iNewsFlores.id - Menjelang IFG Labuan Bajo Marathon 2022 yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 29 Oktober 2022. Indonesia Financial Group (IFG) bersama anak usahanya menggelar literasi dan edukasi mengenai sampah plastik serta kegiatan bersih-bersih di kawasan wisata kuliner dan permukiman warga di Kelurahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) IFG, Rizal Ariansyah, yang membawahi bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) IFG, mengungkapkan bahwa sejak bulan lalu, BUMN holding asuransi, penjaminan dan investasi tersebut telah melakukan kegiatan serupa di kawasan Waterfront Labuan Bajo, Pasar Baru, Kampung Ujung, Pantai Pede, Hotel Green Prundi, dan sejumlah di Sekolah Dasar di Labuan Bajo. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, aparatur desa, komunitas lokal, Karang Taruna, guru, siswa/i sekolah, serta tokoh masyarakat.

“Kegiatan “IFG Labuan Bajo Marathon 2022” merupakan sebuah ajang yang tepat untuk mendukung bangkitnya pariwisata Labuan Bajo setelah pandemi. Program TJSL yang selama ini kami lakukan di Labuan Bajo diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) Indonesia," ujarnya. 

Secara umum, kegiatan TJSL yang dilakukan IFG dan anak usahanya terbagi dalam beberapa sektor, antara lain pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di sektor pendidikan misalnya, IFG memberikan bantuan renovasi sekolah, pembuatan taman bacaan, bantuan beasiswa, dan bantuan sertifikasi guru. 

Di sektor lingkungan hidup, IFG melakukan kegiatan literasi antisampah plastik, buang sampah pada tempatnya, gerakan bersih-bersih pantai dengan melibatkan warga sekitar, penyediaan sarana dan prasarana kebersihan, penyediaan tempat pilah sampah, dan bantuan motor pengangkut sampah. 

Sedangkan di bidang pemberdayaan UMKM, dilakukan pelatihan dalam rangka mempersiapkan serta memberikan kesempatan pada UMKM untuk memamerkan produknya pada Cultural and Food Festival di kawasan Waterfront, Labuan Bajo, tanggal 27 – 29 Oktober mendatang.

“Prioritas aksi sosial IFG dan anak usahanya ini adalah program-program yang sifatnya berkelanjutan dan memiliki dampak besar kepada masyarakat serta sejalan dengan Creating Shared Value (CSV) yang mengutamakan nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value),” tambah Rizal.

Lebih dari 150 orang hadir untuk melaksanakan kegiatan edukasi, literasi, serta bersihbersih kawasan wisata kuliner di Labuan Bajo. Kennedy Diaz, Ketua Komunitas Labuan Bajo BISA, mengatakan bahwa tujuan aksi bersih-bersih kawasan kuliner dan permukiman warga adalah upaya IFG bersama komunitas untuk secara konsisten membangun kesadaran dan memberikan contoh kepada masyarakat untuk turut menjaga lingkungan, serta membangun kesadaran untuk menciptakan lingkungan wisata yang indah dan bersih tanpa sampah plastik,demi mewujudkan Labuan Bajo BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman). 

Kennedy menambahkan, aspek kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor utama dan tantangan dalam penataan dan mengembangkan sektor pariwisata di Labuan Bajo, sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP).

“Semoga kolaborasi gerakan antisampah plastik dan budaya membuang sampah pada 
tempatnya, yang telah dibangun IFG bersama masyarakat serta komunitas di Labuan Bajo, dapat terus berlanjut dan berdampak signifikan bagi kawasan Labuan Bajo,” ungkapnya. 

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Labuan Bajo yang juga Anggota DPRD Manggarai Barat, Ali Imran, yang memberikan apresiasi kepada IFG dan anak usahanya. Ia berharap, program TJSL ini dapat terus berlanjut hingga memberikan manfaat optimal bagi Labuan Bajo. 

“Kami sebagai perwakilan masyarakat Manggarai Barat, menyambut baik dan mendukung aksi IFG ini. Kami harap kegiatan ini dapat menjadi ajang yang tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan ilmu baru dalam rangka mendukung bangkitnya pariwisata serta mengoptimalisasi potensi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas," ujarnya. 

Sedangkan Oby Jakson, perwakilan tokoh pemuda dan perwakilan warga berharap,kegiatan TJSL tentang literasi dan edukasi mengenai sampah plastik dengan melibatkan masyarakat dapat terus dilakukan khususnya di pusat-pusat keramaian dan lokasi wisata di Labuan Bajo. 

“Kami siap berkolaborasi dan berkontribusi untuk mewujudkan Labuan Bajo BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman),” katanya. 

Tentang “IFG Labuan Bajo Marathon 2022”

“IFG Labuan Bajo Marathon 2022” merupakan event marathon berskala besar pertama yang digelar di Labuan Bajo dengan konsep sport tourism, yakni wisata yang dipadukan dengan aktivitas olahraga. Ajang ini digelar oleh Indonesia Financial Group (IFG) sebagai BUMN Holding Asuransi, Penjaminan dan Investasi, berkolaborasi dengan anggota holding, serta menggandeng Mesa Race sebagai penyelenggara acara. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pemerintah Indonesia dalam mempromosikan Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP) dengan memanfaatkan tren marathon yang kian naik daun.

“IFG Labuan Bajo Marathon 2022” diharapkan bisa mengakselerasi kegiatan perekonomian dan pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah 2 (dua) tahun melambat akibat pandemi. Selain bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap aspek ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Labuan Bajo serta Manggarai Barat, “IFG Labuan Bajo Marathon 2022” juga diharapkan bisa mencetak atlet-atlet baru dari NTT yang berpotensi mengukir prestasi di lari nomor jarak menengah dan jarak jauh kancah nasional maupun internasional. 

Tentang Indonesia Financial Group (IFG)

Pada tahun 2020, Indonesia Financial Group (IFG) ditetapkan sebagai Holding BUMN 
Keuangan dan Investasi melalui Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2020 dan Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan melalui Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2020. Sehubungan dengan pembentukan holding tersebut, berdasarkan Surat Kementerian BUMN Nomor S-562/MBU/08/2020 tanggal 6 Agustus 2020, Kementerian BUMN telah menyetujui perubahan brand logo BPUI menjadi Indonesia Financial Group (IFG).

Saat ini, IFG beranggotakan 10 (sepuluh) anak perusahaan, yang terdiri dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Grahaniaga Tatautama, PT Bahana Kapital Investa, dan PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). 

Tentang Mesa Race

Didirikan sejak tahun 2010, Mesa Race telah menyelenggarakan 69 kegiatan olah raga, termasuk lomba sepeda, berenang, triathlon dan lari. Dengan tingkat kepesertaan antara 1.000 hingga 15.000 peserta per event, Mesa Race kini mengantongi 300.000 database pelaku olah raga yang siap turut bertanding di lomba-lomba berikutnya.

Bermodalkan pengalaman dan jam kerja yang tinggi, khususnya di pulau Jawa dan Bali, kini Mesa Race, di bawah bendera MesaGo, juga siap untuk mengembangkan sayapnya ke Timur Indonesia, termasuk Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Berita iNews Flores di Google News

Bagikan Artikel Ini