Logo Network
Network

Aneh, Warga Protes Kualitas Buruk Pengerjan Jalan di NTT, Kades Waning Malah Bela Kontraktor

Siprianus Robi
.
Jum'at, 26 Januari 2024 | 18:45 WIB
Aneh, Warga Protes Kualitas Buruk Pengerjan Jalan di NTT, Kades Waning Malah Bela Kontraktor
Kondisi jalan di Wae Nampar, dan sebuah deker dibongkar pihak Bina Marga karena diduga tidak sesuai Speak. Foto: iNewsFlores.id/Siprianus Robi

Labuan Bajo, iNewsFlores.id - Pengerjaan jalan yang diduga berkualitas buruk di wilayah Desa Waning, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggunakan dana APBN diprotes warga, dan viral di medsos.

Anggaran puluhan miliar yang digelontorkan untuk proyek jalan jalur Momol, Pateng, Waning, dan Wae Curing ini diduga menggunakan material yang tidak sesuai spek.

Karena itu beberapa tokoh pemuda ikut melaporkan dan mengomentari pengerjaan jalan tersebut, dan anehnya meski pengerjaan jalan tersebut buruk, dan diprotes warga, Kepala Desa Waning malah terkesan membela kontraktor dalam menanggapi kualitas proyek tersebut.

Kepala Desa Waning, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Alosius Palfon memberikan tanggapan terkait  pernyataan warganya yang menyoroti pekerjaan jalan jalur Momol, Pateng, Waning, Wae Ncuring di Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Flores NTT. 

Diketahui, Proyek bermiliaran ini dikerjakan oleh PT Bragas Cipta Construksi yang beralamat di jalan Perintis Kemerdekaan Makasar Sulawesi Selatan.

Menurut kades Alosius apa yang disampaikan Yos Nggarang kepada media berapa hari lalu sudah berlebihan. Selain itu kata dia, komentar yang disampaikan terkait kondisi jalan tersebut tidak jelas. Menurutnya, Item pekerjaan yang disoroti Yos semestinya disampaikan langsung ke pihak kontraktornya supaya segera dibenahi. Apalagi pekerjaan jalan ini masih tahap pengerjaan.

"Kalau komentar seperti bagi saya ya itu sudah berlebihan, karena menurut saya yang  Yos Nggarang komen itu tidak jelas ya, aitem pekerjaan yang tidak baik sampaikan ke kontraktornya supaya mereka benahi, apa lagi pekerjaan jalan ini masih tahap pengerjaan" tulisnya kepada media, Rabu (23/01/2024) malam.

Terpisah, Yosef Sampurna Nggarang saat dikonfrimasi iNewsFlores.id mengatakan jika pernyataannya itu tidak benar sementara faktanya di lapangan tim dari Bina Marga Provinsi NTT telah turun ke Waning untuk memeriksa pekerjaan tersebut. Beberapa item pekerjaan dibongkar. Diantaranya, Deker di Wae Nampar dibongkar dan aspal di Randang juga telah dibongkar.

"Jika pernyataan saya tidak benar. Lalu faktanya, tim dari Bina Marga kemaren turun ke Waning memeriksa pekerjaan dan satu Deker di Wae Nampar dibongkar dan Aspal di Randang juga di bongkar. Lalu, apanya yang tidak benar? Faktanya jelas," ujar Yos Nggarang.

Ia mengaku dirinya sempat ditelepon oleh kepala Desa Waning. Dirinya mengira, kades Waning ingin memberitahukan informasi perihal kondisi jalan Momol, Pateng, Waning, Wae Ncuring di Kecamatan Ndoso saat ini. 

Karena salah satu tugas kepala desa, terang Yos Nggarang mengontrol jalannya pembangunan dan memastikan anggaran APBN untuk jalur kabupaten dirasakan langsung oleh rakyat dengan kualitas pekerjaan sesuai sepeak.

"Jadi, saya pikir kades memberi informasi terkini kondisi jalan tersebut dan mestinya berterimakasih kepada semua pihak yang ikut mengawasi, menyuarakan pembangunan yang menurut saya kurang maksimal. Sebenarnya, saya tidak perlu ke Waning kalau Kades menjalankan fungsinya, namun karena tidak menjalankan fungsi dan terkesan jadi bumper pihak kontraktor, maka saya merepresentasikan bagian dari masyarakat untuk menyuarakan ini semua," ungkap Yos Nggarang.

Dirinya juga mengaku, sebelum tinjau lokasi tersebut, banyak masyarakat di Ndoso dan sekitarnya  mengeluh seraya menelepon dirinya untuk turun ke lokasi proyek yang sedang dikerjakan itu. 

"Sebelum saya turun ke lapangan, saya dapat banyak pesan lewat telepon,banyak masyarakat yang mengeluh. Lalu hari Rabu,Kamis (17-18 Januari) lalu saya turun melihat langsung ke lokasi. Apa yang dikeluhkan warga itu, saya juga melihat hal yang sama, terkait pengerjaan Agregat yang tipis, dari sisi mutu material, mutu Aspal. Dan itu adalah pekerjaan mayor yang utama. Juga pekerjaan minor, di luar Aspal, yaitu Drainase dan Deker," tandas Yos Nggarang.

Hasil temuan ini lanjut Yos, dirinya menyuarakan melalui media, kemudian meminta kontraktor untuk segera memperbaiki. Hasilnya, pihak PUPR (Balai 3 NTT) langsung turun ke lokasi di Waning pada hari Senin 22 Januari 2024.

"Temuan saya ini, saya suarakan ke media agar pihak terkait,PUPR (Balai 3 NTT), pihak kontraktor dengar dan perbaiki.

Toh, kenyataannya pihak PUPR; PPK jalan Momol,Waning,Sumar,Wae Ncuring langsung turun ke lokasi di Waning pada hari Senin (22 Januari)", jelasnya.

Yos juga sangat berterima kasih atas partispasi dan respons PPK yang telah meninjau secara langsung proyek yang sedang dikerjakan itu. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas pekerjaan aspal, drainase dan deker.

"Lalu, tadi sahabat saya, Pak Mad Qurai (PPK) jalan tersebut kontak berterimakasih atas partisipasi saya dan publik dan beliau melaporkan sudah turun ke lokasi, mereka melihat langsung dan mengambil sampel material untuk di uji di Lab di Kupang terkait kwalitas. Tujuannya untuk memperbaiki kwalitas pekerjaan Aspal, Drainase, dan Deker", katanya.

Ia juga berterima kasih kepada pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT yang telah memberi atensi ke tim Supervisi pekerjaan tersebut.

"Terkait respon pihak PUPR dan Kejati NTT, saya pribadi dan publik sungguh sangat berterimakasih" kata Yos.

Sebelumnya, Yos Nggarang, salah seorang tokoh muda asal Waning, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat kepada media ini mengatakan, proyek pengaspalan jalan Momol-Waning-Wae Ncuring berpotensi bermasalah. 

Proyek yang dikerjakan oleh APBN dengan anggaran lebih dari 20 Miliar semestinya dikerjakan dengan baik, karena jalan ini dibangun untuk dipergunakan masyarakat. 

Yos membeberkan hasil investigasinya beberapa hari lalu di lokasi proyek tersebut ditemukan beberapa kejanggalan diantaranya kualitas material seperti cadas tanah yang digunakan dari sekitar lokasi tersebut dan ketebalan cadas yang digunakan sangat tipis. 

"Terlihat di lapangan, kerjanya sangat tidak berkualitas dari segi: Material, ketebalan Agregat dan bukan tidak mungkin kwalitas Aspal dan ketebalannya," ungkap Yos.

Kualitas aspalnya juga sambung Yos sangat diragukan karena jarak pengambilannya sangat jauh yaitu dari kampung Kenari, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo.

"Kualitas aspalnya juga sangat diragukan karena pengambilannya sangat jauh yaitu dari kampung Kenari Labuan Bajo. Tentu, saat digunakan aspalnya itu  sudah pasti dingin karena ambil dari tempat yang sangat jauh," jelas Yos.

Sisi lain yang disoroti Yos adalah pemadatan jalan menggunakan Vibro yang sangat kecil sementara yang kita ketahui anggaran APBN untuk pemadatan jalan menggunakan vibro yang besar dengan maksud jalur itu pasti dilewati kendaraan bermuatan besar. Maka, Vibro yang harus di pakai adalah Vibro yang ukuran besar lebih dari ukuran berat muatan kendaraan yang dilewati.

"Pemadatan jalannya itu diragukan karena memakai Vibro atau alat yang kecil. Yang kita ketahui anggaran APBN  pemadatan jalan menggunakan Vibro yang besar supaya padat" terang Yos.

Menurutnya, buruknya kualitas pelaksanaan proyek tersebut diduga karena lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak konsultan pengawas dari PT. Bragas Cipta Construksi.

"Saya ingatkan Untuk pengawas yang mengawas pekerjaan jalur ini, sebaiknya betul-betul kerja profesional, juga perusahaan, agar kerja jangan asal kerja" tegas Yos.

Yos menilai Proyek dengan anggaran 23  Miliar yang bersumber dari dana APBN diduga dikerjakan tanpa pengawasan yang memadai, sehingga terkesan dikerjakan asal-asalan dan menimbulkan dampak merugikan keuangan negara.  

Karena itu tegas Yos, masyakarakat setempat meminta kejakasaan Agung  Republik Indonesia atau Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur untuk melakukan supervisi terhadap kondisi jalan tersebut karena sudah jelas bahwa pengerjaan proyek tersebut merugikan negara.

"Saya melihatnya bahwa ini ada masalah  dari segi waktu. Kemudian komitmen dari kontraktor yang mengerjakan. Ini keluhan warga dan juga saya melihat langsung. Masyarakat menginginkan agar kejakasaan harus supervisi dari sekarang. Keinginan masyarakat itu adalah betul- betul jalan itu nanti tidak hanya sekadar bahasa atau kata Hotmix, tapi kualitasnya juga harus ada. Kami menduganya ada masalah", pinta Yos.

Untuk diketahui sambung Yos jalan tersebut merupakan jalur yang terintegrasi dengan wilayah pertanian, pendidikan dan kesehatan serta mobiilitas masyarakat setempat. 

"Akan tetapi jikalau 'umurnya nanti pendek' itu sangat merugikan masyarakat karena itu pakai uang negara" tegas Yos Nggarang.

Di sisi lain, Yos sangat meragukan track Recod kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut lantaran perusahaan tersebut berasal dari luar NTT.  Semestinya demikian Yos, alat-alatnya sudah ada sejak awal sebelum proyek itu dimulai namun justru yang terjadi kontraktor tersebut tidak memiliki alat di NTT. 

"Kontraktor yang mengerjakan ini dari awal saya ragu.  Track rekornya kurang terbaca. Dia tidak punya alat di NTT.  Saya mencari informasi orang ini kurang dikenal. Poinnya, orang ini baru untuk kerja proyek di NTT," tutup Yos.

Sementara itu, Nugroho sebagai General Superintendent PT Bragas Cipta Construksi membantah terkait tudingan yang disampaikan warga terhadap proyek tersebut. Menurut Nugroho, kualitasi materilal yang digunakan telah diuji di Laboratorium dan disaksikan oleh Direksi.

"Tidak Pak. Sebelum kita pakai, 
Sudah kita uji di lab, Disaksikan oleh direksi" jawabnya singkat.

Nugroho mengaku beberapa titik proyek yang hancur akan dibenahi karena proyek tersebut sedang dikerjakan dan belum serah terima dengan Owner.  Jika ada beberapa lokasi tergerus itu karena alam, contohnya hujan yang tiada henti.

Pihaknya juga berdalih, meskipun kualitasnya buruk tetapi proyek tersebut masih bisa diperbaiki lantaran belum rampung dikerjakan.

"Karena kan memang belum serah terima dengan Owner. Kalau ada tergerus karena alam. Contoh, hujan yang tiada henti" ujarnya lagi.

Saat ditanya terkait ketebalan agregat dan Vibro yang digunakan, Nugroho menampik bahwa penggunaannya sesuai dengan persyaratan dan spesifikasi. 

"Tidak benar, Pak. Vibro kita sudah sesuai pak dengan yang diisyaratkan", tutupnya.

Untuk diketahui, Informasi yang diterima media ini tim dari Dirjen Bina PU telah tiba di lokasi proyek tersebut. 

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Berita iNews Flores di Google News

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.