Flores Timur Diguncang Gempa Beruntun, Ratusan Rumah Rusak, Puluhan Luka-Luka
Flores Timur, iNewsFlores.id - Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (9/4/2026) dini hari. Getaran berkekuatan 3,8 magnitudo itu tercatat terjadi pada pukul 04.54 WIB, dengan pusat gempa berada di daratan, sekitar 24 kilometer di tenggara Larantuka.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya menyebutkan, titik gempa berada pada koordinat 8,44 Lintang Selatan dan 123,14 Bujur Timur. Kedalaman gempa tidak disebutkan, namun karakteristiknya menunjukkan aktivitas seismik dangkal yang lazim terjadi di kawasan tersebut.
“Gempa dirasakan dengan magnitudo 3,8 pada Kamis, 09 April 2026 pukul 04:54:48 WIB,” demikian keterangan BMKG dalam rilisnya.
Meski berkekuatan relatif kecil, gempa ini menambah kekhawatiran warga yang sebelumnya telah diguncang gempa lebih besar beberapa jam sebelumnya. Pada Rabu malam, 8 April 2026, wilayah yang sama mengalami gempa berkekuatan magnitudo 4,7 yang berdampak cukup signifikan, khususnya di Kecamatan Adonara Timur.
Dampak gempa sebelumnya masih terasa hingga kini. Ratusan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari retak ringan hingga rusak berat. Kerusakan tersebut tersebar di sejumlah desa, termasuk Terong dan Lamahala yang menjadi titik terdampak paling parah.
Selain kerusakan infrastruktur, gempa juga menyebabkan korban luka. Sedikitnya 20 warga dilaporkan mengalami luka ringan hingga berat akibat tertimpa material bangunan saat gempa terjadi.
"Korban luka di Lamahala 5 orang, tambah dengan Terong 15 warga," kata Camat Adonara Timur, Ismail Daton.
Pendataan sementara menunjukkan sekitar 150 unit rumah warga terdampak. Namun, angka ini masih bersifat dinamis seiring proses verifikasi lapangan yang terus dilakukan oleh aparat setempat.
Di tengah situasi tersebut, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang dianggap lebih aman. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur saat ini tengah melakukan asesmen cepat guna memetakan tingkat kerusakan serta menghitung kebutuhan mendesak para korban. Upaya ini menjadi dasar untuk penyaluran bantuan dan penanganan darurat di wilayah terdampak.
Sementara itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak kembali ke bangunan yang mengalami keretakan sebelum dipastikan aman. Aktivitas seismik yang masih berlangsung menuntut kesiapsiagaan warga, terutama di daerah dengan struktur bangunan yang rentan.
Editor : Yoseph Mario Antognoni