Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dampingi 59 Ribu Mitra di NTT Amartha Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Darurat Pasca Gempa
Advertisement . Scroll to see content

Angka Kasus Anak Akhiri Hidup Tinggi, PNM dan KPPPA Dorong Pola Asuh Hangat

Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:11 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Angka Kasus Anak Akhiri Hidup Tinggi, PNM dan KPPPA Dorong Pola Asuh Hangat
Kesehatan mental anak kini menjadi perhatian bersama. Foto Ist

BAJAWA, iNewsFlores.id - Kesehatan mental anak kini menjadi perhatian bersama yang semakin penting untuk dibicarakan, terutama dari lingkungan terdekat seperti keluarga. 

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia, terdapat seratus enam belas kasus anak usia sepuluh hingga delapan belas tahun yang mengakhiri hidupnya sepanjang tahun 2023 hingga 2025. Kasus terbanyak ditemukan pada rentang usia tiga belas hingga tujuh belas tahun. 

Angka ini menjadi pengingat yang kuat bahwa anak-anak dan remaja sangat membutuhkan ruang aman untuk didengar, ditemani, dan dipahami, terlebih saat mereka melewati masa transisi penting dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama, maupun dari sekolah menengah pertama ke sekolah menengah atas. 

Pada masa transisi seperti inilah dukungan orang tua, pola asuh yang hangat, serta lingkungan yang bebas dari perundungan menjadi bagian krusial dalam menjaga tumbuh kembang mereka.

Melihat pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak, PT Permodalan Nasional Madani bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menghadirkan kegiatan pemberdayaan di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. 

Melalui semangat pemberdayaan, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi keluarga, khususnya para ibu, untuk bersama-sama memahami pentingnya kesehatan mental anak serta peran orang tua dalam mendampingi mereka. 

Tidak hanya berfokus pada edukasi pengasuhan, kegiatan ini juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis serta aktivitas belajar informal bagi anak-anak agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat sekitar.

Selain menyentuh aspek sosial, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera. Di Bajawa, PNM turut mendorong pengembangan klaster usaha buah pala sebagai salah satu potensi lokal yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat. 

Melalui pendampingan, pembiayaan, dan pelatihan usaha, perempuan di wilayah tersebut diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan keterampilan, memperkuat usaha ultra mikro, serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga pada cara anak-anak tumbuh dan didampingi. 

"Ketika seorang ibu memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan, dan peluang usaha, ia dapat menjadi fondasi yang lebih kuat bagi keluarga," kata dia.

Dia melanjutkan, pihaknya percaya bahwa perempuan yang berdaya mampu membawa perubahan baik di rumah maupun lingkungan sekitarnya. 

Melalui kolaborasi ini, mereka ingin mendukung para ibu agar semakin mandiri sekaligus lebih memahami pentingnya pola asuh yang penuh perhatian. 

Menurutnya, kesehatan mental anak adalah tanggung jawab bersama, dan setiap anak berhak untuk tumbuh dalam ruang yang aman, sehat, serta penuh empati.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut