Ayo Indonesia bersama PJM Gelar Pelatihan Jurnalistik

Ronald Tarsan
.
Jum'at, 23 September 2022 | 23:43 WIB
Suasana pelatihan Jurnalistik di Aula Efata Ruteng, Jumat, (23/9/2022). Foto: iNewsFlores.id/Ronald Tarsan

Ruteng, iNewsFlores.id - Yayasan Ayo Indonesia Ruteng bersama Persatuan Jurnalis Manggarai (PJM) menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik. Pelatihan ini mengusung tema bertajuk "Isu Perubahan Iklim dan Dampaknya terhadap Pertanian dan Pangan".

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari terhitung mulai pada 23 hingga 24 September 2022 di Aula Efata St. Aloysius Ruteng. Adapun narasumber dalam kegiatan pelatihan ini antara lain; Adrianus Abba Wartawan Voxntt.com membawakan materi kelas menulis berita atau artikel. 

Narasumber lainnya, Yoseph Edward Nairum Nahas Kabid Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, yang memaparkan materi Content Creator, Flores Ekraf Labuan Bajo dengan materi kelas pembuatan konten video.

Untuk diketahui, isu perubahan iklim sudah menjadi perhatian dunia sejak 2010 lalu, dan mulai menjadi perhatian pemerintah tingkat nasional hingga pemerintah desa sejak menjadi bagian dari sDGs. Berbagai kebijakan mulai dirancang dan dilaksanakan seperti penghematan sumber daya listrik dan BBM, insentif karbon, desa tanggap perubahan iklim dan tanggap bencana.

Selain pemerintah banyak lembaga-lembaga lain seperti NGO, civitas akademika. Komunitas-komunitas lokal bergerak untuk berkontribusi dengan isu yang sama sehingga diharapkan bisa mengurangi dampak perubahan iklim secara masif.

Direktur Yayasan Ayo Indonesia Ruteng, Tarsis Hurmali melalui stafnya Erny Setiowaty Eny N Setyowati mengatakan, salah satu cara yang dipergunakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim adalah memperluas akses informasi tentang perubahan iklim ke masyarakat luas dan berbagai solusi melalui kanal informasi dibagikan oleh warga.

Karena hal tersebut, Yayasan Ayo Indonesia bekerjasama dengan PJM (Persatuan Jurnalis Manggarai) di bawah Koalisi Pangan Baik program VCA (Voices for Just Climate Action) sudah menyelenggarakan Seminar Citizen Journalism yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan komunitas muda tentang jurnalisme warga.

"Orang muda ini diharapkan ikut menyuarakan isu-isu perubahan iklim. Untuk maksud itu, sejumlah orang muda, yang berasal dari desa dan kota di Manggarai dan Manggarai Timur belajar dan dilatih untuk tahu dan terampil dalam sejumlah topik, mulai dari keterampilan kepemimpinan sampai pada kecakapan kajian PI (Perubahan Iklim) dan dampaknya," ujar dia.

Sekelompok orang muda ini kata dia, disebut Local Champions (LC). Kajian PI yang dilaksanakan oleh LC bersama masyarakat di 6 desa baru-baru ini menemukan bahwa PI itu nyata adanya. Menurut Eny, cuaca yang tidak menentu, suhu udara yang meningkat, pola hujan yang berubah mulai mengganggu banyak aspek kehidupan, terutama hasil pertanian.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah memunculkan jurnalis warga yang memberitakan isu terkait PI secara konsisten baik di media lokal, blog, youtube dan medsos. Dengan harapan akan menghasilkan 30 orang citizen journalist  terampil dalam membuat konten terkait PI yang berkualitas," pungkas dia.

Citizen Journalism

Ia menjelaskan, citizen journalism atau jurnalisme warga adalah praktek pencarian berita oleh warga tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan jurnalistik atau kewartawanan. Praktik jurnalisme yang dimaksud meliputi kegiatan pencarian, pengumpulan, dan penyusunan fakta menjadi informasi atau berita, dengan gaya penulisan dan penyampaiannya sendiri.

Eny juga menyampaikan, seiring dengan perkembangan zaman, kegiatan jurnalistik tidak hanya dilakukan oleh jurnalis professional, karena setiap orang bisa memposting atau mengirimkan berita ke kanal-kanal informasi yang ada seperti surat kabar online, media sosial atau youtube. "Jurnalisme warga menghasilkan informasi atau berita yang sifatnya independen yang kemudian ditulis dalam situs web," imbuh dia.

Menurutnya, partisipasi di berita situs berupa komentar pembaca atas sebuah berita yang diunggah atau disiarkan media tertentu. Ia menambahkan, tulisan ringan, seperti dalam milis, dan email. Bentuk jurnalisme warga ini berarti berita atau informasi yang disampaikan secara ringan. Situs pemancar pribadi, artinya menggunakan video situs pemancar atau foto dalam menyebarkan informasi.

Namun lanjut dia, sayangnya masih banyak orang yang sekedar memposting berita dan seringkali menjadi viral tanpa memperdulikan kebenaran sumber berita, data pendukung yang tidak valid atau tanpa mempertimbangkan apakah isi berita tidak melanggar UU ITE.

Sebagai informasi, pelatihan jurnalistik ini diikuti oleh sebanyak 30 orang yang sudah lolos kriteria seleksi dari hasil karya yang dikirimkan saat seminar. Di antaranya, 26 anak LC dari Goloworok (4 orang), Colol (5 orang), Ruteng (4 orang), Rai (3 orang), Tal (3 orang), Dampek (1 orang), Bangka Lelak (4 orang), Wewo ( 2 orang). 2 orang murid sekolah dari St. Stefanus, Bangka Lelak 2 orang dari Organisasi mahasiswa, GMNI dan PMKRI.

Sebagai bahan informasi, kegiatan ini adalah kerjasama antara Yayasan Ayo Indonesia dan PJM dibawah koalisi pangan baik sebagai bagian dari kegiatan Koalisi Voices For Just Climate Action Indonesia yang di komando oleh Hivos.

Editor : Yoseph Mario Antognoni
Bagikan Artikel Ini