Anggota DPRD Puncak Meninggal Usai Tracking di Pulau Padar

Yoseph Mario Antognoni
.
Rabu, 16 November 2022 | 15:07 WIB
Pilemon Tabuni seorang anggota DPRD Kabupaten Puncak, Papua, saat dievakuasi di Pelabuhan Labuan Bajo, menuju Ambulans sebelum dibawa ke RS Siloam Labuan Bajo, Rabu, (16/11/2022). Foto: iNewsFlores.id/Yoseph Mario Antognoni

Labuan Bajo, iNewsFlores.id - Anggota DPRD Kabupaten Puncak, Papua, Pilemon Tabuni (46) dinyatakan meninggal  dunia Rabu Siang, (16/11/2022), di RS Siloam Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah sempat dibawa ke RS. Siloam akibat menderita sesak napas ketika melakukan tracking di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.

Menurut rekan sesama anggota DPRD Kabupaten Puncak, Elpiau Hagabal, saat ditemui di RS Siloam mengatakan, korban bersama rekan-rekan sesama anggota DPRD yang lain melakukan tracking ke Pulau Padar. Pilemon Tabuni sendiri adalah anggota DPRD dari Partai Nasdem yang ikut dalam rombongan.

Hagabal mengatakan, anggota DPRD Kabupaten Puncak melakukan studi banding di Labuan Bajo, yang pada Selasa malam kemarin melakukan perjalanan menuju ke Pulau Padar menggunakan dua kapal Wisata, dan kemudian menginap di Kapal menunggu jadwal tracking puncak Pulau Padar pagi tadi.

"Beliau ini adalah anggota DPRD dari Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, yang datang bersama rombongan anggota DPRD lainnya untuk melakukan studi banding di Labuan Bajo," ujar Hagabal yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD.

Meski anggota dewan yang lain sempat menyarankan Pilemon agar tidak  melakukan tracking ke Puncak Pulau Padar, namun korban mengabaikan saran tersebut. Selanjurnya kurang lebih sekitar 100 anak tangga yang dilewati, Pilemon terjatuh hingga pingsan. Dan diketahui mininggal dunia setelah sampai di RS. Siloam Labuan Bajo.

"Sampai di atas rest area spot 2 ia  langsung minum, tidak istirahat, makanya langsung pingsan, saat tiba di RS Siloam sekitar jam 09.30 Wita, nyawa Pilemon tak tertolong, keterangan dokter di sini, beliau sudah mati di kapal. Tadi dokter sempat pompa jantung," katanya .

Sementara itu, Dokter yang menangani korban mengakui Pilemon telah meninggal dunia, namun Dokter menolak memberikan keterangan lebih lanjut, kecuali ada permintaan tertulis.

Sementara rencana pemulangan jenazah masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak keluarga yang berada di Papua.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Berita iNews Flores di Google News

Bagikan Artikel Ini