get app
inews
Aa Read Next : SK Dukungan PKB Resmi ke Edi-Weng

Insiden Wisatawan Jatuh Dilubang Trotoar di Labuan Bajo, Direspon Cepat Bupati Manggarai Barat

Senin, 10 Juni 2024 | 21:14 WIB
header img
Dinas terkait Pemkab Manggarai Barat merespon laporan warga atas insiden jatuhnya wisatawan asing di lubang trotoar di jalan KSPN Labuan Bajo. Foto: iNewsFlores.id/Siprianus Robi

Labuan Bajo, iNewsFlores.id- Insiden wisatawan asing jatuh dilubang trotoar jalan KSPN di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggaa Timur (NTT) direspon cepat oleh Bupati Edistasius Endi.

Menanggapi kejadian itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang menimpa wisatawan asing itu, dan langsung respon cepat memerintahkan staf dari dinas terkait untuk menindak lanjuti laporan warga akibat hilangnya sarana prasarana di jalan-jalan di Labuan Bajo.

"Saya pastikan ini kami tindaklanjuti apa yang menjadi kekurangan dan dibenahi. Termasuk aset yang ada kami harus mampu jaga dan dipelihara sehingga di kemudian hari peristiwa-peristiwa seperti ini tidak terulang lagi," ungkap Bupati Edi saat ditemui awak media, Senin (10/6/2024) sore.

Bupati Edi berjanji sudah melakukan koordinasi beberapa OPD terkait untuk menindaklanjuti masalah lampu jalan yang tidak menyala, kemudian lubang trotoar yang tidak tertutup dan juga pihak kebersihan.

"Pertama yaitu dinasnya ke Cipta Karya karena berkaitan dengan penerangan lampu jalan. Terus yang kedua, Dinas Bina Marga karena ini di trotoar. Terus yang ketiga dinas Lingkungan Hidup karena mereka ini kan selalu membersihkan, mereka tahu kondisi seperti apa di lapangan. Sangat penting yang namanya koordinasi lintas sektor," ungkapnya.

Ia berharap agar peristiwa ini tidak akan terulang kembali diwaktu yang akan datang.

"Semoga di kemudian hari tidak akaan terjadi lagi," tutupnya.

Saat dikonfirmasi terkait keluhan untuk penidakkan para pengepul besi tua di Labuan Bajo, Bupati Edi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Manggarai Barat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, hingga kini sudah dua (2) kali tamu asing jatuh di lubang di trotoar tersebut. Sebelumnya wisatawan asal Denmark mengalami insiden jatuh pada tempat yang sama. Kejadian yang sama juga menimpa Daniel salah seorang wisatawan asal Spanyol yang mengalami luka berat dibagian kaki kiri.

Kejadian itu pun sangat merugikan pariwisata apalagi status Labuan Bajo sebagai salah satu kota Super Premium di Indonesia.

"Jadi inikan tamu kita yang kedua pak, yang jatuh, jadi Minggu lalu tamu kita juga jatuh mengalami hal yang sama, dan kemarin malam sekitar pukul 21:00 WITA itu tamu kita berjalan ke Maharani dia mau belanja karena dia mau island trip hari ini, jadi dia mau belanja bekal, sayang sekali memang lampunya gelap disitu, karena disitu banyak lubang," ungkap Mayo, Manager Resort Sudamala Komodo saat ditemui awak media, Senin (10/6/2024).

"Cukup kaget karena mereka berpikir ini daerah ini aman sebenarnya cuman sayang sekali yang mereka ekspetasi atau harapkan, mereka sangat kecewa," tambah Mayo.

Ia juga menceritakan saat indisiden itu, dirinya mengantar wisatawan asing itu ke klinik Unicare untuk penanganan pertama dan sesampai di klinik Unicare luka pada kaki kiri wisatawan itu hanya bisa dibersihkan dan tidak bisa melakukan injeksi tetanus karena di klinik tersebut tidak penyediaan injeksi tetanus akhirnya ia menyuruh driver untuk mengantar wisatawan itu ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk diberi injeksi tetanus.

"Kenapa diperlukan injeksi tetanus karena dilubang itu ada besi berkarat yang menghantam kakinya dia, jadi itu yang dia kuatir. Mereka Tiga (3) jam di UGD Siloam Labuan Bajo, yang harusnya hari ini mereka bisa bangun pagi, bisa santai dan kemarin malam mereka seharusnya tidur nyenyak dan kemarin malam mereka balik kesini sekitar pukul 00:30 WITA dalam keadaan sakit," ucapnya.

Mayo mengatakan wisatawan asing itu masih ragu dengan injeksi tetanus yang diberikan dan semoga tidak terjadi apa-apa saat wisatawan asing itu kembali ke Spanyol.

"Dan suntikan tetanus itu juga mereka masih worry (khawatir) juga semoga tidak terjadi apa-apa saat mereka kembali ke Spanyol. Jadi kalau mau dia bilang kecewa ya, mereka sangat kecewa sekali cuman tadi dia kelihatan slow karena dia sudah malas, kok gini sih, premium," ucapnya.

"Kebayang nggak, kita sekarang mau booming nih, NTT, itu mereka dari Spanyol, kalau mereka kemana-mana informasi dari mulut mereka itu nggak baik juga untuk kita to? Jadi saya harap sih ini lebih diperhatikan lagi, walaupun tidak di Sudamala tetapi itu adalah sesuatu yang harus diperhatikan oleh pemerintah kita," lanjutnya.

Ia juga menyampaikan pihaknya hanya memberikan penguatan kepada para tamu yang mengeluh terkait insiden itu. Ia juga mengatakan kepada tamu bahwa masalah itu nanti akan disampaikan kepada pemerintah dan berharap pemerintah bisa cepat mengatasinya.

"Saya sampaikan ke tamu, nanti masalah ini kita sampaikan kepada pemerintah dan semoga pemerintah bisa action cepat sehingga suatu hari ketika kalian mau kesini lagi, eksperiennya berbeda dan lebih baik dan reponya mereka itu bilangnya saya nggak yakin, saya sudah kecewa, dan apa yang saya lakukan yaitu saya minta nomor HPnya dia dan saya janji bahwa ketika pemerintah take action kamu adalah orang pertama yang saya informasikan dan dia bilang, oke, saya tunggu informasi dari kamu," ungkapnya.

"Karena kalau sekarang kita meyakinkan tamu untuk percaya karena belum ada action mau gimana kita buat dia percaya kecuali pemerintah take action dulu baru kita share kesana dan dia bisa sampaikan kepada rekan-rekannya yang ada di Spanyol dan juga di Denmark," ungkapnya.

Ia menyampaikan wisatawan asing itu terpaksa melakukan trip dengan kondisi yang pincang.

"Jadi hari ini tamu ini tetap melakukan island trip dengan kondisi yang pincang, karena mereka sudah bayar mungkin kalau belum dibayar mereka akan cancel dan akan tetap tinggal disini," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama General Manajer Sudamala Resort Komodo Flores Stephan Winkler mengatakan situasi itu bagi orang Eropa sangat memalukan.

"Situasi ini bagi orang Eropa sangat memalukan. Sebagai GM untuk promosi Labuan Bajo dengan insiden ini sangat kecewa dan malu. Dan saya tidak mengerti kenapa di Labuan Bajo tidak ada lampu jalan. Kenapa harus ada bolong di trotoar," ungkap Stephan

"Saya sudah lama bekerja di Indonesia, saya tahu infrastruktur tidak sama dengan di Eropa. Sebagai orang baru begitu saya masuk di Labuan Bajo begini, ini seperti shock. Kenapa ada situasi bahaya, ini saya tidak mengerti, saya sangat sedih," tambahnya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat di Labuan Bajo akan ada event Komodo Travel Market dan bagaimana kalau terjadi orang-orang yang datang dalam event itu.

"Suatu hal yang penting hari Jumat dan Sabtu ada banyak orang dari luar untuk kegiatan Komodo Travel Market, ada enam kamar kita sponsor untuk event ini, bagaimana contoh situasi ini terjadi dengan orang-orang yang Buyer, Saler and Travel Agent yang datang yang mau kirim orang ke Labuan Bajo tetapi dikondisi ini tidak aman, ini tidak bagus," ucapnya.

"Saya pikir harus jelaskan ke market Labuan Bajo tempat senang, aman, dan tamu tidak merasa kuatir," tambahnya lagi.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut