Cuaca Ekstrem Mengancam, KSOP Tutup Pelayaran Wisata Labuan Bajo hingga 15 Januari
Labuan Bajo, iNewsFlores.id – Aktivitas pelayaran wisata di perairan Labuan Bajo resmi dihentikan sementara. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memberlakukan larangan berlayar bagi seluruh kapal wisata dan speed boat menyusul potensi cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan pelayaran.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Maklumat Pelayaran Nomor: 05/MP-I/2026 yang diterbitkan pada Senin (12/1/2026). Penutupan layanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) berlaku mulai 12 hingga 15 Januari 2026, atau sampai kondisi cuaca dinyatakan aman oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Larangan berlayar ini diberlakukan demi keselamatan penumpang dan awak kapal, mengingat adanya potensi gelombang tinggi, hujan disertai petir, serta arus laut yang kuat,” demikian keterangan resmi KSOP Labuan Bajo.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Direktorat Meteorologi Maritim periode 12–14 Januari 2026, sedikitnya tujuh destinasi wisata bahari unggulan di Labuan Bajo masuk dalam zona perhatian serius, yakni Manta Point, Gili Lawa Laut, Pulau Kanawa, Pulau Padar, Pulau Papagarang, Pulau Rinca, dan Pulau Sabolo.
Di sejumlah titik, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,6 meter, disertai arus laut hingga 150 cm/detik serta potensi hujan petir, terutama pada tanggal 13 Januari. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi aktivitas wisata laut.
KSOP Labuan Bajo menegaskan, keputusan ini diambil setelah menindaklanjuti data tinggi gelombang BMKG Stamar Tenau per 11 Januari 2026, hasil pemantauan pos darat, serta laporan langsung kapal-kapal di lapangan.
Dalam maklumat tersebut, Syahbandar juga menekankan empat poin krusial keselamatan, yakni memastikan kelaiklautan kapal, memperkuat komunikasi antar kapal, menjalankan prosedur berlabuh di area aman, serta segera berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas dalam kondisi darurat.
Langkah preventif ini diambil untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo, yang belakangan kerap dihadapkan pada cuaca ekstrem.
Para pelaku usaha pariwisata dan wisatawan pun diimbau menjadwalkan ulang perjalanan laut hingga kondisi perairan kembali aman, demi keselamatan bersama.
Editor : Yoseph Mario Antognoni