get app
inews
Aa Text
Read Next : Janji Stimulan BNPB Mengendap, Boru Kedang Mengetuk Pintu Donatur Luar Negeri

Dana BTT Rp6,6 Miliar Mengendap, Huntara Penyintas Lewotobi Kembali Terendam Banjir

Minggu, 01 Februari 2026 | 10:06 WIB
header img
Kondisi Huntara penyintas Erupsi Gunung Lewotobi yang terendam banjir. (Foto: iNewsFlores.id/dok. warga)

Flores Timur, iNewsFlores.id – Hujan yang bagi sebagian orang hanyalah rutinitas alam, justru menjadi ancaman berulang bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang tinggal di hunian sementara (huntara) Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur.

Sabtu malam, 31 Januari 2026, hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut. Air bercampur lumpur meluap dan masuk ke kopel-kopel huntara, memaksa sedikitnya 22 kepala keluarga, termasuk balita, mengungsi sementara ke rumah warga sekitar yang lebih aman.

Peristiwa ini bukan yang pertama. Setiap musim hujan, banjir seolah menjadi siklus tak terhindarkan di kawasan Huntara III dan IV, lokasi penampungan penyintas dari Desa Hokeng Jaya, Nawokote, dan Nobo. Kondisi tersebut menyingkap lemahnya perencanaan lokasi dan konstruksi hunian sementara yang seharusnya menjadi ruang aman pascabencana.

“Hujannya sangat deras. Air kembali masuk ke kopel-kopel. Malam ini sebagian warga memilih tidur di hunian tetangga,” ujar salah satu penyintas, Oskar Liwu, saat dihubungi Sabtu malam.

Menurut Oskar, hujan mulai turun sejak pukul 18.00 Wita dan berlangsung cukup lama hingga air meluap ke dalam hunian. Setelah hujan reda, warga kembali pada rutinitas yang sama: membersihkan lumpur secara mandiri tanpa dukungan berarti dari pemerintah daerah.

“Setiap hujan turun, banjir selalu berulang. Air pasti menggenangi kopel dan masuk ke dalam rumah,” kata Oskar. Ia menilai persoalan ini mencerminkan kegagalan antisipasi sejak tahap awal pembangunan huntara.

Ironisnya, kondisi di lapangan berbanding terbalik dengan pernyataan Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang sebelumnya menyebut telah menyiapkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp6,6 miliar untuk penanganan banjir dan potensi longsor di lokasi huntara tersebut.

“Dana BTT itu seolah hanya berhenti sebagai wacana, tanpa tindakan nyata,” ujar Oskar dengan nada kecewa.

Ia mengungkapkan, warga telah berupaya melakukan penanganan darurat secara swadaya. Saluran air sederhana dibuat, tanah ditimbun di sejumlah titik rendah, namun upaya itu tak mampu mengatasi persoalan struktural.

“Kami sudah berusaha sebisanya, tapi kontur tanah yang miring membuat air tetap mengalir deras ke arah kopel,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen mengakui pembangunan Huntara III dan IV menyisakan persoalan serius, terutama pada aspek teknis. Ia menyebut anggaran BTT Rp6,6 miliar masih tersedia dan memungkinkan pemerintah daerah segera bergerak.

“Saya sudah cek, BTT kita masih ada Rp6,6 miliar. Secara anggaran, kita bisa bergerak,” ujar Anton Doni Dihen kepada wartawan, Kamis, 11 Desember 2025.

Ia juga menyoroti buruknya sistem jalur air serta metode cut and fill yang digunakan dalam pembangunan huntara, yang dinilai memperparah banjir di kawasan tersebut.
“Untuk pembentukan jalur air, memang parah sekali kondisinya, medannya juga berat sekali,” ungkapnya.

Namun, hingga kini, pengakuan tersebut belum bertransformasi menjadi tindakan nyata di lapangan. Banjir masih menjadi tamu rutin, sementara hunian sementara terus gagal menjalankan fungsinya sebagai tempat perlindungan yang layak bagi penyintas bencana.

Keluhan warga pun terus disuarakan melalui berbagai platform media sosial, menjadi satu-satunya saluran untuk menagih janji pemerintah daerah. Sayangnya, suara itu belum sebanding dengan kehadiran negara dalam bentuk aksi nyata.

Hingga berita ini diturunkan, iNewsFlores.id masih berupaya mengonfirmasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur terkait langkah penanganan banjir di hunian sementara penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Namun, pihak terkait belum dapat dihubungi.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut