get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral! Petugas KUA Luluhkan Hati Pasangan Hampir Cerai dengan Nasihat Sederhana yang Menyentuh Jiwa

Viral! Menu Makan Bergizi Gratis di Manggarai Timur Bikin Warganet Geleng Kepala

Senin, 02 Februari 2026 | 19:08 WIB
header img
Menu MBG di SMPN 12 Borongnyang viral dan jadi sorotan publik. (Foto: iNewsFlores.id/Istimewa)

Borong, iNewsFlores.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 12 Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak viral di medsos dan menuai sorotan publik. Pasalnya, menu makanan yang dibagikan kepada siswa dinilai jauh dari standar gizi yang diharapkan dalam program nasional tersebut.

Sorotan itu bermula dari beredarnya foto menu MBG yang diunggah melalui fanpage Facebook resmi SMPN 12 Borong. Dalam unggahan tersebut, terlihat satu kotak makan (omprengan) yang hanya berisi potongan tipis tempe goreng, sayur daun singkong, satu potong ubi talas (keladi), serta dua buah rambutan. Meski dalam keterangan tertulis terdapat lauk ayam goreng, namun secara visual hampir tidak terlihat.

Komposisi menu tersebut langsung memantik reaksi keras warganet. Banyak masyarakat mempertanyakan kualitas dan kelayakan gizi makanan yang diberikan kepada para siswa, mengingat program MBG menghabiskan anggaran negara yang tidak sedikit.

Salah satu komentar datang dari akun Facebook Rellys Gagu yang menuliskan nada sindiran keras.

“Mori ampong. Potong dana di berbagai lini, gut weli teko, agu saung daeng cemba. Ya Tuhan, potong dana di berbagai lini hanya untuk beli ubi talas dan daun singkong.”

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala SMPN 12 Borong, Ferdinandus Jufri, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak memiliki kewenangan dalam menentukan menu MBG.

“Sekolah hanya sebagai penerima manfaat. Soal menu dan kelayakannya, silakan dikonfirmasi langsung ke SPPG Liang Leso sebagai pengelola dapur,” tegas Ferdinandus saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Ketua DPRD Manggarai Timur, Salesius Medi, menyatakan bahwa secara prinsip program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto merupakan program yang sangat baik dan pro-rakyat. Namun, ia menilai persoalan muncul pada aspek pelaksanaan di lapangan.

“Programnya tidak salah, tapi tata kelolanya yang semrawut. Jika menu tidak sesuai spesifikasi, dapur harus dievaluasi, bahkan dihentikan sementara sampai diperbaiki,” tegas Salesius.

Ia meminta seluruh pihak pengawas, mulai dari SPPI, SPPG, hingga Koordinator Dapur MBG, untuk bertanggung jawab dan segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kalau benar menu dalam foto itu dibagikan ke siswa, maka pengawas dan koordinator dapur wajib menjelaskan dan memperbaiki,” tambahnya.

Salesius juga menegaskan, apabila SPPG Liang Leso dinilai tidak mampu menjalankan standar yang telah ditetapkan, maka Badan Gizi Nasional (BGN) harus turun tangan langsung melakukan evaluasi.

“Anggaran besar seharusnya berdampak langsung pada kualitas gizi anak. Program ini tidak boleh dijalankan asal-asalan,” pungkasnya.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut