Menembus Jalan Ekstrem, PWMB Antar Sembako ke Dusun Menjaga di Hari Pers Nasional
LABUAN BAJO, iNewsFlores.id – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 Tahun 2026 menjadi momentum bagi Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB) untuk turun langsung menyentuh denyut kehidupan warga di pelosok. Minggu (8/2/2026), PWMB menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga Dusun Menjaga, Desa Macang Tanggar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perjalanan menuju Dusun Menjaga bukan perkara mudah. Para jurnalis harus menempuh jalur darat dengan kondisi ekstrem: jalan tanah berbatu, licin, menanjak dan menurun tajam, sebagian rusak parah dan sulit dilalui kendaraan. Akses yang terbatas ini menjadi potret nyata keterisolasian warga sekaligus cermin ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan masyarakat pinggiran.
Mengusung tema nasional HPN, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, kegiatan ini menegaskan bahwa pers tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi dan pengawas kekuasaan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli pada persoalan kemanusiaan.
Kepala Desa Macang Tanggar, Jamalludin, mengapresiasi langkah PWMB yang rela menembus keterbatasan akses demi menjangkau warganya di Dusun Menjaga.
“Atas nama warga Menjaga, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan bantuan dari teman-teman PWMB. Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi niat tulus dan kepedulian ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kondisi Dusun Menjaga yang minim infrastruktur masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Beginilah kondisi kampung kami. Akses jalan sangat terbatas, ekonomi warga juga pas-pasan. Kami berharap dukungan tidak berhenti di sini dan suara kecil kami bisa benar-benar didengar oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,” katanya.
Ketua PWMB, Marselis Mbipi Jepa Jome atau yang akrab disapa Selo, mengatakan bakti sosial ini merupakan wujud empati insan pers terhadap masyarakat pesisir yang terdampak cuaca ekstrem.
“Hari ini kami hadir dalam rangka Hari Pers Nasional dengan berbagi sembako. Dalam beberapa waktu terakhir cuaca sangat ekstrem dan berdampak langsung pada penghasilan nelayan,” kata Selo.
Menurutnya, mayoritas warga Dusun Menjaga menggantungkan hidup dari laut. Saat cuaca buruk melanda, aktivitas melaut terhenti dan kebutuhan keluarga pun semakin sulit dipenuhi.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan membantu kebutuhan dasar keluarga nelayan,” ujarnya.
Rasa haru dan syukur disampaikan salah seorang warga penerima bantuan, Inu Nuryati (57). Ia mengaku jarang mendapat perhatian langsung dari pihak luar karena sulitnya akses ke dusun mereka.
“Kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami merasa diperhatikan,” katanya lirih.
Melalui kegiatan ini, PWMB berharap hubungan pers dengan masyarakat semakin erat.
Lebih dari itu, insan pers ingin menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan realitas sosial, termasuk keterisolasian dan kesenjangan pembangunan yang masih dialami warga di pelosok Manggarai Barat.
Di Hari Pers Nasional, langkah kaki wartawan di jalan-jalan ekstrem Dusun Menjaga menjadi pengingat: pers bukan hanya soal berita, tetapi juga tentang keberpihakan pada kemanusiaan.
Editor : Yoseph Mario Antognoni