Menteri Wihaji Sebut Ada 331.000 Keluarga Risiko Stunting di NTT

SM Said
Menteri Wihaji saat menerima kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) beserta jajaran di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur . Foto Humas Kemendukbangga

"Selain itu, terdapat 81 ribu keluarga di NTT yang belum memiliki akses jamban layak, sementara 157 ribu keluarga masih hidup tanpa jamban sama sekali. Tantangan lainnya adalah ketersediaan air minum yang layak, di mana 103 ribu keluarga belum memiliki akses yang memadai," timpalnya.

Dalam kesempatan ini, Menteri Wihaji juga menyampaikan perubahan nomenklatur Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kini, badan tersebut telah bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), yang mencerminkan peran lebih luas dalam pembangunan keluarga dan kependudukan di Indonesia.

"Dengan adanya sinergi antara Kemendukbangga dan Pemerintah Provinsi NTT, diharapkan program kependudukan, ketenagakerjaan, serta kesejahteraan keluarga dapat lebih terintegrasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," tandasnya.



Editor : Suriya Mohamad Said

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network