Peluru dan Granat Buatan Jepang yang Ditemukan di Flotim Diduga Peninggalan Perang Dunia II

Marten Liwu
Anggota TNI dan Polri sedang mengamankan amunisi bahan peledak yang ditemukan warga di sekitar lokasi hunian sementara pengungsi letusan Gunung Lewotobi di Desa Konga, Kabupaten Flores Timur. Foto:iNewsFlores.id/istimewa

Flores Timur, iNewsFlores.id - Sebanyak 393 peluru dan 16 granat ditemukan oleh warga di lokasi hunian sementara (huntara) di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, pada Selasa (1/4/2025). 

Amunisi bahan peledak (Muhandak) tersebut merupakan buatan Jepang, diduga peninggalan Perang Dunia II. 

Penemuan ini terjadi saat tiga warga yang berasal dari Dusun Bawalatang, Desa Nawakote, Kecamatan Wulanggitang, tengah menggali lubang untuk septic tank di area huntara. Mereka adalah Ignasius Ribu Futa (41), Ferdinandus Kolon Tobi (25), dan Kamilus Gula Muda (43). 

Saat menggali hingga kedalaman sekitar 50 sentimeter, mereka menemukan sejumlah benda mencurigakan yang kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.

Komandan Kodim (Dandim) 1624/Flores Timur 
Letkol Inf M. Nasir Simanjuntak membenarkan penemuan muhandak tersebut. 

“Diperkirakan muhandak ini digunakan pada saat Perang Dunia II,” ujar Simanjuntak kepada iNews.id melalui pesan WhatsApp, Selasa malam, 1 April 2025. 

Lebih lanjut, Simanjuntak mengungkapkan bahwa amunisi yang ditemukan terdiri dari 16 granat tangan jenis Inert WWII Tipe 97 asli buatan Jepang, lengkap dengan sekring dan tali tarik. Selain itu, terdapat juga 393 butir peluru kaliber 6,5 mm yang digunakan untuk senjata Arisaka Type 38, yakni senjata semi-rim Jepang yang digunakan pada masa Perang Dunia II.

Granat Tipe 97 yang ditemukan memiliki spesifikasi panjang 3,78 inci (9,6 cm) dengan bahan peledak TNT seberat 65 gram (2,3 ons). Dari bentuknya, granat ini diduga kuat merupakan peninggalan perang dunia ke dua yang terjadi di kawasan Asia-Pasifik. 

Saat ini, seluruh muhandak tersebut telah diamankan di Posko Huntara guna menunggu petunjuk lebih lanjut dari pihak berwenang.

TNI dan aparat kepolisian setempat juga telah mengimbau warga agar segera melaporkan jika menemukan benda-benda serupa demi menghindari risiko ledakan yang dapat membahayakan keselamatan.

Diberitakan sebelumnya, ratusan butir amunisi dan belasan granat berbentuk nanas ditemukan terkubur di lokasi hunian sementara (Huntara) di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, pada Selasa, 1 April 2025.
 
Senjata lama ini ditemukan oleh Pius Kwuta, seorang pengungsi korban letusan Gunung Lewotobi asal Desa Nawokote. 

Saat menggali lubang untuk WC di belakang unit huntara yang ditempatinya, ia tanpa sengaja memicu ledakan kecil setelah salah satu dari ratusan butir peluru yang terkubur terkena alat penggali (dodos) pada kedalaman sekitar 50 cm.

"Setelah saya lihat lagi ternyata ada banyak peluru yang tersusun rapi, dan di bawahnya ada granat," ungkap Pius kepada iNews.id

Menyadari temuan berbahaya tersebut, Pius segera melaporkan kejadian itu kepada petugas TNI dan Polri yang bertugas di posko pengungsian. 

Tak lama setelah menerima laporan, personel keamanan dari TNI dan Polri bergerak cepat ke lokasi untuk mengamankan puluhan butir amunisi dan granat yang diduga merupakan peninggalan lama, kemungkinan sisa konflik bersenjata di masa lalu.

Kasubsi PIDM Humas Polres Flores Timur, Iptu Anwar Sanusi, menerangkan bahwa sebanyak 393 butir peluru dan 16 granat telah diamankan dari lokasi temuan.

"Dalam proses pengamanan ini, hadir pula Danramil Boru, Kapten Infanteri Paulus Kedang Weking, dan Kapolsek Titehena, Ipda Fransiskus Ragalay," ujar Iptu Sanusi.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan personel Brimob Maumere untuk menindaklanjuti temuan ini.

"Untuk sementara, amunisi dan bahan peledak tersebut masih diamankan di lokasi sambil menunggu kedatangan tim Brimob Maumere guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengambil langkah penanganan sesuai prosedur," tambahnya.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network