Menkominfo Jadikan Festival Golo Koe Momentum Gerakan Bebas Sampah dan Plastik di Kawasan DPSP

Yoseph Mario Antogoni
.
Minggu, 14 Agustus 2022 | 22:53 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat mengunjungi salah satu stan UMKM di Festival Golo Koe, di Labuan Bajo, Sabtu, (13/08/2022). Foto: iNewsFlores.id/Yoseph Mario Antognoni

Labuan Bajo, iNewsflores.id - Menghadiri  Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak ribuan masyarakat yang hadir, agar Festival Golo Koe menjadi momentum dicanangkannya Gerakan Bebas Sampah Plastik di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

“Saya ingin mengajak kita semua, Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati (Manggarai Barat), semua tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat dalam momentum Festival Religi Kultural Golo Koe ini, mari bersama-sama kita canangkan Gerakan Bebas Sampah Plastik untuk Labuan Bajo, yang bukan hanya menjadi sebuah kampanye anti sampah plastik baik di darat maupun di laut, tetapi menjadi sebuah gaya hidup keluarga kita, gaya hidup masyarakat Labuan Bajo,” ajak Menteri Johnny.

Menkominfo menilai, melalui Gerakan Bebas Sampah Plastik  di kawasan DPSP Labuan Bajo harus menjadi komitmen bersama untuk memastikan pariwisata holistik tersebut secara sungguh-sungguh sejalan dengan ajaran sosial Gereja yang sekaligus kontekstualisasi inspirasi Ensik Laudato Si.

“Kita harus memenuhi standar kualitas pariwisata super premium, sehingga semuanya itu perlu disediakan dan dikemas secara kreatif dan inovatif agar memenuhi standar entertainment pariwisata tingkat premium,” ujar Menteri Johnny dalam sambutannya pada Festival Golo Koe di Waterfront Labuan Bajo, Sabtu (13/08/2022) malam.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) akan menjadi pariwisata tingkat premium dan berskala internasional jika didukung oleh masyarakat, misalnya datangnya bisa dari Keuskupan Gereja dan seluruh komunitas basis parokial yang perlu mengambil bagian secara aktif dalam seluruh kegiatan pastoral pariwisata holistik. 

“Misalnya dengan membangun kesadaran umat untuk menciptakan dan merawat lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai bagian dari perilaku hidup yang bermartabat,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny, untuk memenuhi standar pariwisata tingkat premium itu, DPSP Labuan Bajo memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, generasi muda, dan pemerintah daerah Manggarai, Flores, dan Nusa Tenggara Timur secara umum. 

“Semuanya perlu mengambil bagian secara aktif melalui kolaborasi dan kerja bersama-sama dalam mengelola seluruh peluang dan potensi yang kita miliki. Sekali lagi, kerja bersama-sama. Jika kita tidak bergerak, tidak ambil bagian dan hanya menunggu maka akan terjadi kesenjangan sosial pariwisata yang pada akhirnya akan mengasingkan masyarakat lokal dengan daerahnya sendiri, jangan sampai ini terjadi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Johnny didampingi Staf Khusus Menteri Philip Gobang. 

Turut hadir Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng Romo Alfons Segar, dan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores Shana Fatina.

Editor : Yoseph Mario Antognoni
Bagikan Artikel Ini