DPRD Manggarai Soroti Dugaan Jual Beli Proyek APBD yang Melibatkan Istri Bupati

Ronald Tarsan
.
Selasa, 13 September 2022 | 22:00 WIB
Wakil Ketua DPRD Manggarai Osy Gandut saat mengutarakan pendapatnya di ruang sidang paripurna. Foto: iNewsFlores.id/Ronald Tarsan

Ruteng, iNewsFlores.id - Kasus dugaan suap proyek APBD Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2022 yang menyeret nama istri Bupati Manggarai, Meldy Hagur Nabit terus mendapat sorotan publik.

Saat ini, kasus dugaan jual beli proyek tersebut telah diselidiki oleh penyidik Polres Manggarai, NTT. Karena itu, sejumlah pihak terus menyoroti kasus tersebut. Kini, sorotan datang dari salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Manggarai.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Osy Gandut meminta Pemda Manggarai untuk segera memecat oknum tenaga kontrak bernama Rio Senta yang diduga menjadi calo proyek.

Menurut Osy, digaan keterlibatan seorang THL Dinas PUPR Kabupaten Manggarai bahkan berani mencatut nama istri Bupati Manggarai sangatlah mengganggu, kredibilitas, harkat dan martabat pemerintah daerah.

“Saya meminta segera PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) seorang THL yang sudah mencatut nama istri Bupati Manggarai,” tegas Osy Gandut di sela-sela sidang paripurna Senin malam, 12 September 2022.

Politikus Golkar itu menjelaskan, apa yang dilakukan oleh seorang THL yang menjual nama istri Bupati Manggarai kepada kontraktor, telah mencoreng nama institusi pemerintah.

“Kami sebagai wakil rakyat sangat mencintai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai. Namun kami sangat berharap kejadian seperti ini tidak terulang karena ulah satu orang,” tegas anggota partai pengusung paket Hery-Heri itu.

Selain itu, Osy juga minta kepada Bupati Manggarai agar menertibkan THL lain yang bertugas di OPD lingkup Pemkab Manggarai.

“Saya temukan ada THL yang SK di Dinas PPO, tetapi ada surat tambahan lagi memerintahkan THL tersebut untuk membantu Dekranasda,” ungkap dia.

Ia meminta agar Dispenda tidak perlu lagi menerbitkan surat tambahan kepada oknum THL tersebut. Hal ini untuk menjaga harkat dan martabat Pemerintah Kabupaten Manggarai, juga Bupati dan Wabup yang sudah dipilih oleh rakyat.

Sementara itu, Anggota DPRD Manggarai Fraksi Hanura, Thomas Edison Rohimone meminta kepada Bupati Manggarai dan istrinya untuk menyampaikan klarifikasi terhadap berita yang beredar terkait dugaan jual beli proyek APBD Manggarai tahun 2022.

“Saya minta bapak Bupati buat klarifikasi terbuka. Undang semua wartawan kita buka untuk umum, jangan hanya posisi kemudian kita diserang lalu kita diam. Saya minta juga kepada ibu bupati untuk segera memberikan klarifikasi supaya mendudukkan persoalan ini proposional pada porsinya,” saran Edi Rihi.

Politisi Hanura asal Dapil Satar Mese Raya itu mengaku kesal karena sampai hari ini, istri Bupati Manggarai Meldyanti Hagur Nabit belum pernah memberikan pernyataan kepada publik.

“Sehingga saya berharap, besok undang semua wartawan buatkan klarifikasi dudukan persoalan ini secara proposional pada porsinya. Soal benar atau tidak kita serahkan semua kepada pihak penegak hukum,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah nama yang mengetahui kasus ini telah dimintai keterangan oleh penyidik Tipidkor Polres Manggarai yakni Adrianus Fridus kontraktor asal Kecamatan Lelak dan Rio Senta Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas PUPR Manggarai.

Selain itu, penyidik Tipidkor Polres Manggarai turut meminta keterangan Tomy Gunawan alias Tomy Ngocung seorang pengusaha sekaligus kakak ipar Bupati Manggarai dan Wilibrodus Kengkeng mantan ketua tim sukses Paket Hery Heri pada Pilkada 2020 lalu. Keduanya dimintai keterangan karena diduga kuat ikut terlibat dalam kasus jual beli proyek APBD Manggarai tahun 2022.

Kasus ini bermula dari pengakuan seorang kontraktor bernama Adrianus Fridus, yang mengaku pernah mendapat proyek dari THL Dinas PUPR Manggarai bernama Rio Senta.

Seorang kontraktor asal Kecamatan Lelak itu mengaku telah menyetor uang sebesar Rp50 juta untuk mendapatkan proyek APBD Manggarai tahun 2022. Ia juga mengaku telah menggelar pertemuan dengan istri Bupati Manggarai Meldy Hagur di rumah jabatan Bupati Manggarai untuk mengatur sejumlah paket proyek tersebut.

Berdasarkan pengakuannya, dirinya telah menyerahkan uang tersebut melalui pengelola toko Monas, milik istri Bupati Manggarai Meldy Hagur yang terletak di Mena, Kota Ruteng. Masih dari pengakuan Adrianus, saat penyerahan uang pihaknya telah bersepakat untuk menggunakan sandi 50 kilogram kemiri untuk menutupi transaksi haram tersebut.

Kabar terbaru, meski penyidik Tipidkor Polres Manggarai menjadwalkan untuk meminta keterangan istri Bupati Manggarai, Meldianty Hagur pada Senin, 12 September 2022 kemarin. Namun, Meldy Hagur melalui penasihat hukumnya Fridolinus Sanir, S.H meminta permohonan penundaan dan penjadwalan ulang pemanggilan terhadap kliennya itu.

"Kami telah meminta jadwal ulang untuk memberikan klarifikasi ke penyidik Polres Manggarai," kata Fridolinus kepada wartawan di Polres Manggarai Senin, 12 September 2022.

Editor : Yoseph Mario Antognoni
Bagikan Artikel Ini