Kerap Terjadi Masalah Terkait Pariwisata di Taman Nasional Komodo, Ini Solusinya

Yoseph Mario Antognoni
.
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 20:53 WIB
PT. Flobamor sebagai pihak pengelola Pulau Komodo memberikan pelatihan vertical rescue bagi warga Pulau Komodo yang sudah direkrut di Pulau Padar. Foto: iNewsFlores.id/Yoseph Mario Antognoni

Labuan Bajo, iNewsFlores.id - PT Flobamor memberikan solusi setelah mengidentifikasi sejumlah masalah, yang kerap terjadi terkait pariwisata di seputaran perairan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Identifikasi masalah itu tersampaikan saat melakukan sosialisasi Pelaksanaan Program Penguatan Fungsi Pulau Komodo, Pulau Padar dan sekitarnya pada bulan Juli lalu.

“Hasil riset menunjukan, terdapat banyak masalah yang ada terkait pariwisata kita,” kata Direktur Operasioanl PT Flobamor, Abner Runpah Ataupah, Jumat (21/10/2022).

Ia menjelaskan, masalah itu antara lain sampah pengunjung, kebakaran, kurangnya pemberdayaan penduduk di lokasi wisata, perburuan liar rusa/kerbau di wilayah BTNK, adanya insiden pengunjung/warga dengan komodo, keamanan pengunjung, management naturalist guide.

Selain itu, registrasi wisatawan, pengendalian arus keluar masuk kapal wisatawan, pengelolaan air bersih, reservasi hotel, reservasi kapal wisata, reservasi taksi/kendaraan, travel agen bodong, kurangnya pemberdayaan penduduk setempat dan konversi rumah penduduk menjadi homestay. 

Pengelolaan sampah, pemberdayaan pelaku wisata, database wisatawan, kapal tidak teridentifikasi dan sampah kapal. 

"Atas dasar persoalan diatas, PT Flobamor memberikan solusi, dan melakukan penguatan fungsi berupa penguatan kelembagaan, perlindungan kawasan, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wisata alam di Taman Nasonal Komodo," jelasnya.

Runpah mengatakan hal ini merupakan upaya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai pemegang kewenangan pada kawasan konservasi dengan pemerintah provinsi NTT yang secara konkuren bersama-sama hendak mengoptimalisasi manfaat dan meningkatkan kesejahteraan baik secara ekologi, ekonomi maupun sosial budaya.

“Kita siapkan sistem wildlife Komodo sebagai sistem registrasi dan reservasi online sesuai kuota yang diperuntukan bagi mereka yang hendak mengakses Pulau Komodo, Pulau Padar, dan kawasan sekitarnya dengan kontribusi lebih untuk upaya konservasi yang perlu dikompensasikan saat kunjungan dalam rangka menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Komodo,” jelas Runpah.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Berita iNews Flores di Google News

Bagikan Artikel Ini