Festival Wolobobo Jembatan Merawat Budaya

Yoseph Mario Antogoni
.
Jum'at, 16 September 2022 | 17:54 WIB
Bupati Ngada, Andreas Paru membakar api unggun saat mengikuti Festival Wolobo, Jumat, (16/9/2022). Foto: iNewsFlores.id/Yoseph Mario Antognoni

Ngada, iNewsFlores.id - Rangkaian kegiatan Festival Wolobobo Ngada sudah mulai berlangsung. Diawali dengan Wolobobo Culture Camp rangkaian kegiatan Festival Wolobobo dimulai di Punggung Kawah 1 Wolobobo. 

Membuka rangkaian Wolobobo Culture Camp Bupati Ngada, Andreas Paru, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan Wolobobo adalah pengantar sebelum rangkaian acara Festival Wolobobo yang lain seperti Wolobobo Mountain Walk, dan Ngada Culture Walk dilaksanakan. 

"Acara  Wolobobo Culture Camp yang mayoritas diikuti oleh peserta Pramuka ini adalah pemanasan dalam rangkaian Festival Wolobobo" ujar Bupati Andreas saat membuka rangkaian Wolobobo Culture Camp. 

Bupati Ngada juga melanjutkan bahwa acara pada hari itu merupakan simbol kebersamaan sekaligus bentuk promosi untuk Wolobobo sebagai area camping ground yang menawarkan berbagai atraksi alam dan budaya selain sekedar aktvitas kemping bagi para pengujung. 

"Rangkaian acara hari ini diharapkan bisa membawa suasana kebersamaan di antara para pelajar, karena dari laporan tadi cukup banyak yang hadir, kurang lebih 250 hingga 300 orang, ditambah komunitas dan pimpinan perangkat daerah. Hal ini menunjukkan bahwa Wolobobo ini adalah tempat yang luar biasa dan saya yakin dan percaya di sekian ratusan orang ini  ada yang baru pertama kali ke sini, padahal orang Bajawa asli. Inilah maksudnya kegiatan Wolobobo Culture Camp ini agar kita sendiri yang mempromosikan tempat ini dan kita yang nanti memanfaatkan tempat ini untuk bisa menghasilkan sesuatu," lanjut Bupati Ngada. 

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina yang juga hadir secara langsung dalam kegiatan Wolobobo Culture Camp tersebut menyampaikan bahwa Festival Wolobobo yang dibalut dalam beberapa rangkaian acara ini merupakan jalan untuk merawat budaya dan alam sekitar sekaligus juga bentuk promosi. 

"Wolobobo Culture Camp yang dilangsungkan pada hari ini adalah jalan kita bersama untuk merawat alam, merawat budaya, dan juga promosi. Dalam acara ini juga kita lihat bahwa kegiatan camping budaya ini didominasi para siswa dan siswi yang adalah generasi penerus yang nantinya akan merawat apa yang kita sudah kita jaga hingga hari ini," ujar Shana. 

Senada yang hal tersebut, Wili Ajo, Ketua Wolobobo Culture Camp dalam laporannya juga menjelaskan tentang latar belakang diadakannya rangkaian kegiatan perkemahan di Wolobobo tersebut. 

"Kegiatan ini salah satunya dilatarbelakangi karena pada tahun 2022 ini, secara resmi Pemerintah Kabupaten Ngada menetapkan Kawasan Wolobobo sebagai KRD (Kebun Raya Daerah) nomor 41 di Indonesia dan dalam rangka mendukung KRD ini, maka setiap tahun kita patut memastikan agar di tempat ini juga terselenggara kegiatan pendidikan dan riset yang melibatkan para pelajar." Tutup Wili.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut, Sekda Kab. Ngada dan Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Ngada, Jajaran Pimpinan dan Staf BPOLBF, Pimpinan Organisasi Daerah, Pimpinan LTC, Pimpinan Jaga Nata, dan para Kepala sekolah dan Pembina Pramuka. 

Agenda hari kedua Festival Wolobobo adalah Mountain Walk yang akan diikuti seluruh peserta camping dan berbagai daerah, dan seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Ngada.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Berita iNews Flores di Google News

Bagikan Artikel Ini