Buntut Kejadian Arema Vs Persebaya, IPW Minta Kapolres Malang Dicopot dan Ketum PSSI Mundur

Yoseph Mario Antogoni
Situasi kericuhan didalam stadion Kanjuruhan, Malang, antara para suporter Arema dengan aparat keamanan gabungan TNI-POLRI. Foto: Istimewa

Malang, iNewsFlores.id - Buntut peristiwa tragis akibat pertandingan sepak bola antara Arema Malang versus Persebaya Surabaya, yang mengakibatkan korban tewas mencapai 129 orang mendapatkan respon dari berbagai pihak.

Presiden Jokowi pun memerintahkan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun langsung menginvestigasi kejadian ini, sedangkan  Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kapolri untuk mencopot Kapolres Malang karena tidak becus sebagai penanggungjawab keamanan, dan Ketua Umum (Ketum) PSSI harus mundur.

Data terkini sebanyak 129 orang tewas dalam tragedi di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, seusai laga Arema FC versus Persebaya. Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk melakukan investigasi atas peristiwa yang menewaskan 129 jiwa ini.

"Khusus kepada Kapolri saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," kata Jokowi dalam jumpa persnya, Minggu, (2/10/2022).

Tak hanya itu dari Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar Kapolri mencopot Kapolres Malang buntut tragedi tersebut.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso mengatakan buntut penembakan gas air mata ke arah penonton membuat para penonton mengalami sesak napas dan pingsan. Akhinya banyak penonton yang terinjak-injak, dan mengakibatkan banyak jatuh korban jiwa didalam Stadion.

Dalam regulasi FIFA telah melarang penggunaan gas air mata dalam stadion, hal in tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa.

"Karena itu Kapolri  harus segera mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang bertanggung jawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan antara Arema FC Malang versus Persebaya Surabaya," pinta  Sugeng.

Tak hanya itu, IPW juga meminta Kapolda Jawa Timur untuk memidanakan kejadian ini, mengingat ratusan suporter sudah menjadi korban, dan  juga meminta agar Ketum PSSI mengundurkan diri.

"Saya minta Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk mempidanakan panitia penyelenggara pertandingan antara Arema FC vs Persebaya, dan untuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) seharusnya malu dan mengundurkan diri dengan adanya peristiwa terburuk di sepak bola nasional," tutupnya.

 

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network