KSOP Labuan Bajo Buka SPB Speedboat ke Rinca, Stephanus Risdyanto: Keselamatan Tetap Prioritas Utama

Yoseph Mario Antognoni
Pelabuhan Marina Labuan Bajo. (Foto: iNewsFlores.id/Istimewa)

Labuan Bajo, iNewsFlores.id – Setelah hampir satu bulan pelayaran wisata ditutup akibat cuaca ekstrem, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mulai membuka kembali pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) secara terbatas. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdyanto, menyusul membaiknya kondisi cuaca berdasarkan pemantauan terbaru.

Stephanus menjelaskan, pembukaan pelayaran dilakukan secara selektif dan bertahap, dengan prioritas pada kapal jenis speedboat yang melayani rute menuju Rinca. Keputusan tersebut diambil berdasarkan prakiraan cuaca maritim dari BMKG, hasil pengamatan laut dari pos darat, serta laporan aktual dari kapal-kapal yang beroperasi di perairan Labuan Bajo.

“Untuk saat ini, SPB dapat diberikan bagi kapal jenis speedboat dengan tujuan Rinca, sementara untuk jenis kapal lainnya masih akan menyesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca maritim,” ujar Stephanus dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

Ia menegaskan bahwa meskipun pelayaran mulai dibuka, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama KSOP. Para nakhoda diwajibkan memastikan kelaiklautan kapal sebelum berlayar serta siap mengambil langkah pengamanan apabila cuaca di laut tiba-tiba memburuk.

“Jika kondisi cuaca berubah dan membahayakan keselamatan, nakhoda diminta segera berlindung dan berkoordinasi dengan Syahbandar maupun Basarnas,” tegasnya.

Selain itu, Stephanus juga mengimbau agar setiap kapal saling berbagi informasi terkait potensi bahaya cuaca di laut, guna meminimalkan risiko kecelakaan pelayaran.

Pembukaan terbatas ini menjadi angin segar bagi sektor pariwisata Labuan Bajo yang selama hampir sebulan terakhir terdampak langsung akibat penutupan pelayaran. Aktivitas wisata bahari, khususnya kunjungan ke kawasan Taman Nasional Komodo, sempat lumpuh dan berdampak pada pelaku usaha kapal wisata, pemandu wisata, hingga sektor pendukung lainnya.

Meski demikian, Stephanus menegaskan bahwa KSOP Labuan Bajo tidak akan memaksakan pembukaan pelayaran apabila kondisi cuaca kembali memburuk. Evaluasi akan terus dilakukan secara berkala dengan berpedoman pada data BMKG dan hasil pemantauan lapangan.

“Kami berharap pembukaan bertahap ini bisa membantu pemulihan aktivitas pariwisata, namun tanpa mengabaikan faktor keselamatan pelayaran,” pungkasnya.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network