Labuan Bajo, iNewsFlores.id — Di balik seragam cokelat dan tugas menjaga keamanan, jajaran Polsek Kuwus, Polres Manggarai Barat, menunjukkan wajah lain Polri yang penuh empati. Melalui program Bakti Bhayangkara, para anggota polisi turun langsung memperbaiki rumah warga yang rusak akibat bencana alam.
Aksi kemanusiaan itu menyasar kediaman Donatus Danal (61), warga Desa Compang Kules, Kecamatan Kuwus Barat, Manggarai Barat, NTT. Rumah semi permanen miliknya rusak parah setelah diterjang batu besar yang jatuh dari lereng perbukitan akibat hujan deras pada Sabtu (27/12/2025) lalu.
Benturan batu menyebabkan dinding rumah jebol dan berlubang besar. Material longsor bahkan masuk ke dalam rumah, merusak bagian interior dan mengancam keselamatan penghuni.
Mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas setempat, Polsek Kuwus bergerak cepat. Puluhan personel mendatangi lokasi, bukan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara kriminal, melainkan membawa cangkul, semen, cat tembok, dan semangat gotong royong.
Terlihat sejumlah anggota polisi yang memiliki keahlian bertukang dengan cekatan mengaduk semen dan menyusun bata. Sementara personel lainnya memperbaiki dinding papan kayu yang ringsek tertimpa material longsor. Pemerintah desa dan warga sekitar pun turut ambil bagian dalam kerja bakti tersebut.
Kapolsek Kuwus, IPTU Arsilinus Lentar, yang memimpin langsung kegiatan itu mengatakan, aksi ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial Polri terhadap masyarakat di wilayah hukumnya.
“Kami mendapat laporan bahwa rumah Bapak Donatus rusak parah dan membutuhkan perbaikan segera. Karena itu, kami langsung turun membantu,” ujar IPTU Arsilinus, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, perbaikan rumah dilakukan secara swadaya dengan dukungan zakat profesi anggota Polsek Kuwus serta bantuan para dermawan lokal.
“Kami bergotong royong bersama pemerintah desa dan warga. Tujuannya sederhana, agar rumah ini kembali layak dan aman untuk ditempati,” tuturnya.
Dalam waktu dua hari, rumah yang sempat porak-poranda mulai berubah. Dinding yang jebol diganti dengan papan kayu dan bata ringan (hebel), lalu diplester dan dicat rapi. Selain perbaikan fisik, Polsek Kuwus juga menyerahkan bantuan sembako untuk membantu kebutuhan harian keluarga korban.
“Perbaikannya mungkin belum sempurna, tapi kami berharap ini bisa memberi harapan dan rasa aman bagi keluarga Bapak Donatus,” tambahnya.
Bagi Donatus, bantuan itu terasa lebih dari sekadar perbaikan rumah. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyaksikan para polisi mengecat dinding rumahnya dengan warna kuning cerah.
“Saya tidak pernah menyangka bapak-bapak polisi mau mengotori tangan mereka untuk memperbaiki rumah saya. Terima kasih banyak, semoga Tuhan membalas kebaikan ini,” ucapnya lirih.
Sementara itu, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., mengapresiasi inisiatif Polsek Kuwus yang dinilainya sebagai simbol nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya soal papan, semen, atau batu bata. Ini tentang meruntuhkan sekat antara polisi dan rakyat. Polri hadir sebagai pelindung dan pelayan yang memiliki hati,” tegasnya.
Ia menambahkan, rasa aman tidak hanya tercipta melalui patroli dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama saat bencana melanda.
Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih kerap melanda wilayah Manggarai Barat dalam beberapa pekan terakhir.
Editor : Yoseph Mario Antognoni
Artikel Terkait
