Menjelang Penetapan Harga Baru di Pulau Komodo, Naturalis Guide Lokal Siap Layani Wisatawan

Yoseph Mario Antognoni
.
Minggu, 06 November 2022 | 19:51 WIB
Puluhan Naturalis Guide lokal baru menyelesaikan pelatihan di Taman Nasional Komodo selama 10 hari dan mendapatkan sertifikat pelatihan. Foto: iNewsFlores.id/Istimewa

Labuan Bajo, iNewsFlores.id - Menjelang penetapan harga baru per tanggal 1 Januari 2023 di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan perairan sekitar di Taman Nasional Komodo(TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) semua fasilitas dan persiapan telah dilakukan. 

Kenaikan harga yang hanya berlaku di Pulau Pulau Komodo, Pulau Padar, dan perairan sekitarnya ini sempat menjadi sorotan publik dan mendapatkan penolakan dari pelaku pariwisata.

Namun pihak PT. Flobamor yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan sekitarnya optimis menaikan harga tiket demi kepentingan konservasi untuk menjaga Taman Nasional Komodo menjadi pilihan yang harus segera dilakukan.

"Kita ingin menjaga Komodo dan habitatnya tetap terjaga. Konservasi adalah pilihannya, demi Komodo dan habitatnya bisa dilihat seterusnya oleh anak cucu kita. Kita tidak mau generasi selanjutnya hanya bisa melihat Komodo dari buku, dan dongeng," ujar Direktur Operasional PT. Flobamor, Abner Runpah Ataupah melalui sambungan telpon Minggu, (6/11/2022).

Untuk itu pihak PT Flobamor selain menyiapkan fasilitas juga menyiapkan sumber daya yang dipersiapkan dari warga lokal, yakni dengan menjaring masyarakat lokal sebagai Naturalis Guide untuk memandu para wisatawan yang berkunjung di Taman Nasional Komodo,  khsusunya di Pulau Padar dan Pulau Komodo.

Naturalis Guide tersebut berjumlah 30 orang tersebut berasal dari Pulau Komodo dan Pulau Papagarang. PT. Flobamor sebagai penyelenggara kegiatan mengaku, keterlibatan masyarakat lokal merupakan upaya pemberdayaan warga lokal.

Direktur Operasional PT.Flobamor Abner Runpah Ataupah kembali menjelaskan, 30 orang Naturalis Guide telah mengikuti pelatihan selama 10 hari dengan materi  pengenalan kawasan, materi-materi konservasi dan hospitalitiy.

"Para pelatih yang dihadirkan dari TWNC bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap tamu-tamu atau wisatawan juga agar adanya regenerasi dalam menjaga dan merawat kawasan TNK", kata Runpah.

Runpah melanjutkan, 30 orang Naturalis Guide tersebut diharapkan dapat bekerja dengan baik dan menghargai pekerjaan yang telah di berikan.

"Harapanya mereka dapat menghargai pekerjaan dan melaksanakan pekerjaan dengan baik, bahwa mereka harus punya kebanggan karena mendapatkan pekerjaan dikampungnya sendiri", ucap Runpah.

Ia juga menyebutkan 30 orang Naturalis Guide ini mendapatkan upah minimum regional NTT sebesar  Rp 1.975.000 dan BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk diketahui harga tiket per paket untuk empat orang dalam setahun dengan harga Rp.15 juta bagi pengunjung telah digunakan oleh beberapa wisatawan asing pada 22 September lalu. Para wisatawan tersebut menggunakan aplikasi INISA. 

Meski demikian, bagi wisatawan masih bisa tetap menikmati komodo dengan harga normal bisa berkunjung Pulau Rinca, yang sekarang sudah dikemas seperti Jurassic Park.

"Meski penetapan harga tiket ke Pulau Komodo, Pulau Padar dan sekitarnya berlaku per awal tahun depan, namun sudah ada tamu 4 orang dari Timor Leste yang menggunakan aplikasi INISA dengan biaya 15 juta per paket satu tahun. Tapi jika ada wisatawan yang ingin melihat Komodo dengan harga normal, bisa berkunjung ke Pulau Rinca yang sudah disulap seperti Jurassic Park," tambah Runpah.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Follow Berita iNews Flores di Google News

Bagikan Artikel Ini