BORONG, iNewsFlores.id— Aliansi Jurnalis Online Kabupaten Manggarai Timur (AJO Matim) menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana alam tanah longsor dengan menyalurkan bantuan donasi kemanusiaan di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Jumat (30/1/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan langsung di lokasi terdampak dan diterima oleh warga yang menjadi korban bencana, dengan pendampingan Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Buru Lana, Kepala Desa Goreng Meni, Aleksius Talis, serta tokoh masyarakat setempat. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan warga di tengah kondisi darurat pascabencana.
Bencana tanah longsor yang melanda Kampung Pau, Desa Goreng Meni pada 22 Januari 2026 lalu tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Material longsor menghantam pemukiman dan lahan pertanian warga, merenggut korban jiwa, serta memutus sumber penghidupan masyarakat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.
Ketua Aliansi Jurnalis Online Manggarai Timur, Edvon Malyanto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Menurutnya, bantuan yang terkumpul merupakan wujud solidaritas dan empati bersama terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang-orang berhati mulia yang telah dengan tulus mendonasikan bantuan kemanusiaan. Bantuan ini diperuntukkan bagi sahabat dan keluarga kita di Desa Goreng Meni yang terdampak bencana tanah longsor. Kepedulian ini adalah kekuatan besar yang memberi harapan di tengah masa sulit,” ujar Edvon.
Ia menegaskan bahwa AJO Matim tidak hanya hadir sebagai organisasi profesi jurnalis, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang terpanggil untuk saling membantu saat bencana terjadi. Edvon berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga serta membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka dalam masa pemulihan awal.
Pada momentum tersebut, AJO Matim juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban jiwa akibat bencana tanah longsor.
Edvon berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan dalam menghadapi cobaan berat ini.
Selain itu, AJO Matim memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas SAR, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pencarian korban di lokasi bencana.
“Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada tim SAR dan para relawan yang bekerja tanpa lelah, penuh dedikasi, dan semangat kemanusiaan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Pengabdian mereka adalah bukti nyata nilai kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat kita,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, AJO Matim juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, lembaga sosial, serta pihak-pihak terkait untuk terus bergandengan tangan, menumbuhkan kepedulian, dan memberikan dukungan berkelanjutan bagi para korban bencana alam.
“Bencana adalah duka bersama. Dengan kebersamaan dan solidaritas, kita dapat meringankan beban sesama. Bersama kita kuat, bersama kita mampu melewati masa sulit ini,” tegas Edvon.
Sementara itu, Kepala Desa Goreng Meni, Aleksius Talis, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Aliansi Jurnalis Online Manggarai Timur atas perhatian serta bantuan nyata yang diberikan kepada masyarakat terdampak, khususnya di Kampung Pau.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Kampung Pau, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan AJO Matim. Bantuan ini kami yakini datang dari hati dan sangat berarti bagi masyarakat kami yang sedang berjuang bangkit dari bencana,” ujar Aleksius.
Aleksius juga memaparkan data dampak kerusakan akibat bencana tanah longsor berdasarkan hasil pendataan pemerintah desa. Ia menjelaskan bahwa sedikitnya delapan unit rumah warga terdampak langsung oleh material longsor.
Selain itu, sebanyak 42 kepala keluarga pemilik lahan sawah kehilangan sumber penghidupan akibat sawah mereka tertimbun material longsor dengan luas mencapai sekitar 20 hektare.
Tak hanya itu, bencana juga berdampak pada tujuh hektare lahan kering milik warga. Secara keseluruhan, tercatat 59 kepala keluarga dari empat anak kampung di Desa Goreng Meni yang terdampak langsung dan kini membutuhkan perhatian serta bantuan lanjutan.
Pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan dan pihak terkait terus melakukan pendataan lanjutan, koordinasi, serta mendorong adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun pihak-pihak lain, guna memastikan proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan dengan baik dan kehidupan masyarakat kembali pulih secara bertahap.
Editor : Yoseph Mario Antognoni
Artikel Terkait
