Longsor Manggarai Timur Telan Tiga Nyawa, Ratusan KK Mengungsi

Yoseph Mario Antognoni
Kondisi longsor terjadi di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang. (Foto: iNewsFlores.id/Istimewa)

Borong, iNewsFlores.id – Bencana tanah longsor kembali merenggut korban jiwa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa memilukan ini terjadi di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Longsoran tanah menimpa rumah milik Kongradus Lasa, menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, dua korban sempat tertimbun dan dinyatakan belum ditemukan, sementara korban lainnya berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Benteng Jawa. Namun, satu korban yang sempat dirawat dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026), sehingga total korban meninggal menjadi tiga orang.

Selain korban jiwa, bencana ini juga memaksa ratusan kepala keluarga mengungsi. Tercatat, Dusun Sosor Alo sebanyak 90 KK dan Dusun Buru Pote sebanyak 137 KK meninggalkan rumah mereka demi menghindari potensi longsor susulan.

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH, M.Hum, menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

“Bencana di Goreng Meni ini adalah duka bagi seluruh masyarakat Manggarai Timur. Saya meminta warga terdampak, khususnya keluarga korban, tetap tabah. Pemerintah akan terus berupaya maksimal menemukan korban dan menangani dampak bencana,” ujar Bupati Agas.

Ia juga mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak, terutama pada malam hari. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Timur, Agustinus Susanto, ST, MPSDA, mengungkapkan bahwa hujan masih terus mengguyur lokasi bencana. 

Meski demikian, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan unsur terkait telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan membuka akses jalan yang sempat terhambat longsor kecil.

Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras 750 kilogram, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, serta perlengkapan tidur bagi para pengungsi.

Pemda Manggarai Timur mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk turut meringankan beban korban dengan berdonasi melalui Dinas Sosial, baik dalam bentuk pakaian layak pakai, makanan, maupun kebutuhan lainnya.

Bencana ini menjadi pengingat akan tingginya risiko longsor di musim hujan, sekaligus seruan agar kewaspadaan dan solidaritas terus dijaga demi keselamatan bersama.

Editor : Yoseph Mario Antognoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network